RADAR JOGJA - Kawasan sumbu filosofis, sebagai salah satu warisan budaya Yogyakarta telah diakui dunia. Di sisi lain, bangunan-bangunan di kawasan tersebut juga memiliki risiko tinggi bencana kebakaran. Upaya peningkatan sistem penyelamatan terus diupayakan Pemkot Jogja.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jogja Taokhid mengatakan, upaya antisipasi pada lingkungan strategis memang perlu dilakukan. Tidak terkecuali pada kawasan sumbu filosofis yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Diakuinya, risiko kebakaran di kawasan sumbu filosofis memang cukup tinggi. Terlebih dengan kondisi Kota Jogja yang luas wilayahnya kecil namun padat penduduk. Selain itu, anggaran dan sumber daya pemadam di Dinas Damkarmat Kota Jogja pun minim. Sehingga memang perlu upaya antisipasi pencegahan kebakaran.
Hal itu yang kemudian mendasari Dinas Damkarmat Kota Jogja membangun sistem keselamatan kebakaran Mas-Jaka (Manajemen Strategis Jogja Aman Kebakaran).Ini merupakan inisiatif dan inovasi yang dibangun agar bisa mendorong percepatan dan penguatan peran dari semua pihak.
Mas-Jaka merupakan sebuah kebijakan untuk mencegah kebakaran. Bentuk programnya berupa sinergitas peran semua komponen pemangku kepentingan untuk meningkatkan ketahanan dan keselamatan kebakaran lingkungan.
Kebijakan Mas-Jaka bakal dilaksanakan melalui beberapa tahapan strategis. Di antaranya pembentukan tim kerja dan Satgas Jogja Aman Kebakaran, pengembangan aplikasi SI-JAKA, pembentukan Forum Keselamatan Kebakaran (FKK) dan Relawan Kebakaran kawasan Gumaton.
Kemudian, penyusunan regulasi Mas Jaka, edukasi dan pendampingan mitigasi risiko kebakaran, simulasi kebakaran kawasan sumbu filosofi, CSR sarpras sistem proteksi kebakaran lingkungan. Serta pembangunan jaringan hidran kering di kawasan penyangga sumbu filosofi dan pembangunan pos damkar di kawasan sumbu filosofi.“Mas-Jaka baru berproses dan rencananya diluncurkan September nanti,” terang Taokhid.
Kepala Seksi Pencegahan dan Inspeksi Dinas Damkarmat Kota Jogja menyampaikan, pencegahan kebakaran pada gedung-gedung juga dilakukan. Terlebih pada gedung yang masuk kategori menengah atau memiliki 4-9 lantai
Aswan menyebut, upaya pencegahan dilakukan petugas melalui kegiatan inspeksi proteksi kebakaran. Pada tahun ini target inspeksi diharapkan dapat menyentuh 40 gedung kategori menengah. Selama berjalannya inspeksi, secara kelengkapan peralatan (pencegahan kebakaran) 90 persen mempunyai.”Tapi memang fungsinya banyak yang bermasalah,” bebernya. (inu/din)