Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebanyak 31.740 Wisatawan Asing Kunjungi Jogja, Periode Januari-April 2024, Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir, ASITA Dorong Pemprov Buka Penerbangan

Gregorius Bramantyo • Senin, 10 Juni 2024 | 04:50 WIB
ENJOY IN JOGJA: Wisatawan mancanegara melintas di depan Museum Kereta Keraton Jogja, kemarin (9/6). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
ENJOY IN JOGJA: Wisatawan mancanegara melintas di depan Museum Kereta Keraton Jogja, kemarin (9/6). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

RADAR JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau turis asing pada periode Januari-April 2024 sebanyak 31.740 kunjungan. Jumlah kunjungan dalam periode tersebut merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Kepala BPS DIJ Herum Fajarwati mengatakan, pada 2023 lalu, kunjungan wisatawan mancanegara ke DIY pada periode Januari-April sebesar 19.316 ribu orang. Pada Januari-April 2022, kunjungannya lebih kecil lagi, yakni hanya 35 orang. Bahkan pada 2021 tidak ada kunjungan turis asing ke DIJ karena pandemi COVID-19. Sementara pada 2020, tepat sebelum COVID-19 masuk ke Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan pada periode Januari-April ada di angka 18.646.

Pada periode Januari-April 2024, jumlah kunjungan turis asing ke DIJ hanya sedikit di bawah jumlah kunjungan pada periode yang sama di 2019. Kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Januari-April 2019 ada di angka 38.131 orang.“Mudah-mudahan dengan kondisi yang semakin baik pada bulan-bulan berikutnya, nantinya akan menyamai kondisi sebelum pandemi Covid-19,” kata Herum, kemarin (9/6).

Menurutnya, pola kedatangan wisatawan mancanegara ke DIJ pada 2022 dan 2023 terlihat berbeda. Pandemi Covid-19 sempat memukul pariwisata di DIJ, termasuk kunjungan wisatawan mancanegara. Setelah pandemi mereda, pergerakan kunjungan wisatawan mancanegara mulai terlihat. “Seiring dibukanya pintu kedatangan penumpang internasional pada April 2022,” ungkapnya.

Berdasarkan kawasan, sebagian besar turis asing yang berkunjung ke DIJ periode Januari-April 2024 berasal dari Asia Tenggara. Jumlahnya mencapai 6.229 orang atau sekitar 70,86 persen. Kemudian diikuti turis dari Eropa dengan jumlah 1.291 orang atau sekitar 14,69 persen. “Kemudian yang ketiga berasal dari Asia selain Asia Tenggara, yakni sebanyak 887 wisatawan atau sekitar 10,09 persen,” ujarnya.

Sepuluh negara asal wisatawan mancanegara yang mendominasi kunjungan ke DIJ pada periode Januari-April 2024 yaitu Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, India, Prancis, Belanda, Jerman, dan Inggris. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari sepuluh negara tersebut mencapai 73,79 persen dari jumlah seluruh kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari-April 2024. “Sementara di April 2024, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara naik 40,46 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” jelas Herum.

Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) DIJ mencatat gelombang awal wisatawan mancanegara masuk ke DIJ adalah pada Juni 2024. Pada bulan Juni hingga September 2024, wisatawan mancanegara yang masuk ke DIY diprediksi didominasi dari Eropa. Seperti Prancis, Spanyol, dan Italia. “Rata-rata turis dari negara itu sudah biasa ke Jogja. Bulan-bulan ini sudah mulai masuk,” kata Plt Ketua ASITA DIJ Edwin Ismedi Himna.

Ia menyebut, turis dari wilayah Asia Tenggara juga mendongkrak kunjungan ke DIJ. Salah satunya dari Malaysia. Puncak kedatangan wisatawan asal Malaysia terjadi pada Oktober. Namun karena adanya penerbangan langsung dari Jogjakarta ke Kuala Lumpur, kunjungan wisatawan asal Malaysia tidak mengenal musim.“Ini dampak ketika ada pesawat yang langsung dari negara tersebut ke DIJ, sehingga kunjungan wisatanya berkelanjutan,” ujar Edwin.

Maka dari itu, ia mendorong Pemprov DIJ untuk segera membuka penerbangan langsung luar negeri. Selain Malaysia dan Singapura. Sehingga DIJ tidak hanya menunggu saat peak season Eropa saja. “Jadi negara lain pun yang tidak mengenal season tertentu akan tetap datang ke Jogja,” harapnya. (tyo/din)

Editor : Herpri Kartun
#bps #Wisatawan