Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menteri Zulhas: Produk Import Rusak Pasaran UMKM Indonesia

Dwi Agus. • Senin, 6 November 2023 | 21:30 WIB
POST BORDER: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam Program Akselerasi Ekosistem UMKM Digital di The Manohara Hotel Jogjakarta, Senin (6/11). (Dwi Agus/Radar Jogja)
POST BORDER: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dalam Program Akselerasi Ekosistem UMKM Digital di The Manohara Hotel Jogjakarta, Senin (6/11). (Dwi Agus/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan akui produk import merusak UMKM Indonesia. Ini karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah daripada produk dalam negeri. Sebagai perbandingan untuk komoditi sandang import bisa selisih 50 persen.


Salah satu penyebab yakni mudahnya transaksional adalah keberadaan social commerce maupun e-commerce yang tidak tertata. Pembeli dapat langsung bertransaksi kepada penjual tanpa ada batasan.

Bahkan,untuk pembelian satuan dengan ongkos kirim bisa lebih murah dari barang dari dalam negeri.


“Kemarin itu barang apa saja masuk ke sini, oleh karena itu pusat grosir diisi barang dari luar negeri mulai pakaian, bros, buah, makanan semua. Tanah Abang, Mangga Dua penuh semua kalau begitu mati kita. Kedua diserbu lagi digital, misal produk beauty disini Rp 100 ribu dari luar Rp 20 ribu, lalu pakaian disini bikin Rp 50 ribu, disana jual Rp 20 ribu. Ya bisa tutup kita,” jelasnya saat menjadi pembicara Program Akselerasi Ekosistem UMKM Digital di The Manohara Hotel Jogjakarta, Senin (6/11). 


Zulhas menuturkan skema pedagang import adalah bakar uang. Caranya dengan memasang harga yang lebih murah dibanding produk lokal Indonesia. Tujuanya untuk mendapatkan pasar dan mempermudah transaksi kedepannya.


Apabila kondisi pasar telah terbentuk, maka harga akan dinaikan secara perlahan. Dalam kondisi ini, Zulhas menyebut kondisi UMKM telah terpuruk. Akibat serbuan komoditas harga murah dari luar negeri.


“Modelnya bakar uang, kalau laku terus pembeli pindah ke dia, baru naikin harganya. Modelnya kejam itu, kalau tidak diatur kasihan UMKM kita. Pemerintah datang untuk mengatur, barang kita perketat masuknya,” katanya.


Di sinilah berlaku kebijakan post border untuk setiap barang import. Barang yang dibeli tidak bisa langsung dari pembeli ke penjual.

Namun, harus melalui sejumlah rangkaian kebijakan pemerintah. Selain itu juga ada batasan pembelian maksimal 100 dollar untuk setiap transaksi.


“Barang luar itu pakai algoritma, suka pakai bedak langsung ditawari bedak, lalu suka baca buku langsung ditawari buku karena tahu kebiasaan setiap orang. Hebatnya algoritma bisa membaca perilaku orang. Boleh jualan online tapi diatur, India, Kanada, Australia nggak boleh ditutup, kita boleh tapi diatur,” ujarnya.


Zulhas menuturkan hanya ada empat komoditi yang dipermudah untuk masuk Indonesia. Diantaranya buku, musik, perangkat lunak dan film. Sementara untuk komoditas lainnya tetap wajib mengikuti skema terbaru. Termasuk transaksional dari e-commerce.

Baca Juga: Siswa MTsN 1 Bantul Teliti Limbah Kulit Telur Jadi Bahan Pasta Gigi

Zulhas menegaskan, kebijakan ini untuk melindung UMKM Indonesia. Terlebih sektor UMKM menjadi pondasi ekonomi di Indonesia. Ini karena 95 persen usaha di Indonesia adalah UMKM dan 65 persen PDB ditentukan UMKM. 


“Akhirnya banyak sekarang e-commerce tidak jualan import jualan barang daur UMKM. Saya panggil TikTok. Kalau bagusnya jangan jual import tapi promosi UMKM kita, dapat cuan kita. Mereka bisa memasarkan produk kita ke luar negeri itu baru bener,” katanya. (dwi)

Editor : Amin Surachmad
#menteri perdagangan #zulkifli hasan #UMKM