Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Info, Lur! 16 Armada Trans Jogja Pasar Kembang Contra Flow, Kini Turun di Pintu Selatan Stasiun Tugu Jogja

Dwi Agus. • Selasa, 31 Oktober 2023 | 21:04 WIB

CEPAT: Bus Trans Jogja melintas di Jl Pasar Kembang Jogja. (Dwi Agus/Radar Jogja)
CEPAT: Bus Trans Jogja melintas di Jl Pasar Kembang Jogja. (Dwi Agus/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Sebanyak 16 armada Trans Jogja jalur 6A dan 6B mulai melakukan uji coba contra flow di sepanjang Jalan Pasar Kembang.

Tepatnya, mulai dari pertigaan Gandekan Lor hingga selatan Pos Teteg Malioboro. Setelahnya menuju selatan masuk ke kawasan Malioboro.


Plt Kepala Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Jogjakarta Sumariyoto menuturkan, rekayasa ini masih bersifat uji coba. Berlaku selama tiga jam dari 09.00 WIB hingga 12.00 WIB. Tujuannya untuk mendapatkan formulasi yang tepat untuk penerapan jangka panjang.


“Dalam rangka mendukung sumbu filosofis sebagai warisan dunia yang nantinya akan diberlakukan kebijakan low emisi dengan cara pedestrian. Maka untuk hari ini kita mencoba untuk memberlakukan contra flow sebagai upaya edukasi juga mengubah habit secara pelan-pelan karena habit masyarakat kita masih nyaman dengan kendaraan pribadi. Maka kita pelan-pelan untuk mencoba mengubah habit itu,” jelasnya ditemui di Pos Teteg Malioboro, Selasa (31/10).


Oyot, sapaannya, mengakui bahwa kebijakan ini guna mendukung Sumbu Filosofi menjadi pedestrian. Sehingga kehadiran Trans Jogja dapat menjadi alternatif kendaraan untuk masuk ke wilayah Malioboro. Ini karena kendaraan yang boleh melintas pasca pedestrian hanya becak kayuh, andong dan Trans Jogja.


Contra flow, lanjutnya, bertujuan memudahkan dan memperingkas rute perjalanan. Selain itu juga menjadi moda tranportasi terintegrasi. Terutama yang menghubungan calon penumpang kereta Stasiun Tugu Jogjakarta. 


“Ya sebetulnya transportasi yang sukses harus terintegrasi. Maka ini adalah upaya kita untuk mewujudkan mobilitas yang berkelanjutan, integrasi. Nanti juga kita berlakukan ada dua APILL yang akan kita pasang di Gandekan lor sama di sini nanti dengan ATCS jadi yang bisa membaca ini ada bis maka lampu itu hijau,” katanya.


Pihaknya juga akan memasang halte Trans Jogja. Tepatnya di pintu selatan Stasiun Tugu Jogjakarta. Fasilitas penunjang berupa tangga untuk mendukung kinerja dua tipe bus Trans Jogja, low dangerous high deck.


Pihaknya gaga menyiagakan personel yang berjaga di sepanjang rute contra flow. Kaitannya untuk mengantisipasi pelanggaran kendaraan bermotor. Terutama yang memaksakan diri melaju dari simpang tiga Gandekan Lor menuju timur atau Pos Teteg Malioboro.


“Ya selama uji coba kita akan penugasan SDM, karena tanpa ada SDM yang bertugas di situ potensi pelanggaran luar biasa. Kita akan tertibkan dengan SDM yang ada. Satu shift rata-rata 15 orang, satu shift 3 jam,” ujarnya.


Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogjakarta Krisbiyantoro menuturkan kebijakan contra flow berdampak baik kepada penumpang kereta.

Tepatnya yang memanfaatkan transportasi terintegrasi. Sehingga dapat langsung terhubung untuk menuju pintu selatan Stasiun Tugu Jogjakarta.


Sebelumnya, calon penumpang kereta turun halte Trans Jogja sisi barat simpang tiga Gandekan Lor. Letak halte ini diakui olehnya cukup jauh dari pintu Selatan.

Sehingga calon penumpang harus tetap berjalan ke arah Timur untuk menuju pintu Selatan Stasiun Tugu Jogjakarta.


“Kalau secara rata-rata di stasiun Jogja ini penumpang rata-rata lebih dari 10 ribu bahkan 14 ribuan bisa setiap harinya untuk jumlah penumpang naik dan turun selama 24 jam. Dengan adanya Trans Jogja ini masuk dan persis di depan stasiun tentu lebih dekat baik penumpang yang akan naik ataupun penumpang yang turun menuju ke stasiun,” katanya. (dwi)

Editor : Amin Surachmad
#trans jogja #contra flow #pasar kembang