Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Unik, Tujuh Pasangan Nikah di Atas Traktor dengan Mahar Sepasang Ayam

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
UNIK: Pasangan pengantin sedang melakukan prosesi ijab kabul di atas traktor di Padukuhan Geneng, Panggungharjo, Sewon Selasa (19/5). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
UNIK: Pasangan pengantin sedang melakukan prosesi ijab kabul di atas traktor di Padukuhan Geneng, Panggungharjo, Sewon Selasa (19/5). (Cintia Yuliani/Radar Jogja) 

Advertisement

BANTUL - Pernikahan unik kembali digelar di Padukuhan Geneng, Panggungharjo, Sewon Selasa (19/5). Sebanyak tujuh pasangan dinikahkan di atas traktor. Maharnya pun tidak biasa. Yakni menggunakan sepasang ayam. 

 

Pelaksanaan nikah massal ini pun cukup unik. Ijab kabul dilakukan di atas traktor sawah dengan mahar yang tidak biasa, yakni sepasang ayam. Mahar ini dipilih sebagai lambang ketahanan pangan, semangat kehidupan, dan kemakmuran. "Diharapkan bisa mandiri setelah menikah nanti," jelas Ketua Golek Garwo Forum Taaruf Indonesia (Fortais) dan Nikah Bareng Nasional Ryan Budi Nuryanto selaku penyelenggara acara.

Sementara penggunaan traktor, tak hanya dipilih karena unik sebagai tempat ijab kabul. Melainkan juga menggambarkan perpaduan nilai budaya, kerja keras, dan kehidupan agraris. 

Secara keseluruhan, pasangan yang menikah ingin mengawali hidup baru dengan nilai kesederhanaan, kerja keras, dan kebermanfaatan. Layaknya petani yang berusaha memberikan hasil bumi terbaik. "Begitu pula pasangan nikah bareng," katanya.

Advertisement

Tujuh pasangan pengantin ini, tidak hanya berasal dari DIY. Namun juga Jawa Tengah hingga Banten. "Usia paling muda 20, paling tua 49 tahun," sambungnya.

Selama akad nikah, para pengantin menggunakan busana khas Jogja. Terdapat pula bridesmaid dari warga setempat yang mengenakan busana Jawa. Selain itu, anak-anak TK turut tampil sebagai cucuk lampah dengan menarikan tari edan-edanan sebagai simbol tolak bala. 

Prosesi ijab kabul dilakukan di tengah pagelaran wayang cekak oleh dalang cilik Ki Lanang Beko yang diiringi karawitan. Ia mengatakan, lantunan gamelan yang mengandung filosofi pernikahan melambangkan pasangan pengantin akan mengarungi kehidupan panjang seperti alunan gending Jawa yang sarat makna demi meraih kehidupan sejahtera.

 

"Kita buka nasional kurang lebih 500 peserta yang mendaftar," bebernya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Enam Tahun Bersama, Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel Makin Dekat ke Pelaminan

Enam Tahun Bersama, Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel Makin Dekat ke Pelaminan

Hubungan Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel semakin dekat menuju jenjang pernikahan. Setelah menjalani hubungan selama bertahun-tahun, pasangan ini mulai mematangkan berbagai persiapan untuk hari bahagia mereka.

Angka Pernikahan di Bantul Turun dan Perceraian Naik, Masalah Ekonomi Jadi Faktor Utama

Angka Pernikahan di Bantul Turun dan Perceraian Naik, Masalah Ekonomi Jadi Faktor Utama

Tekanan ekonomi membuat sebagian pasangan muda memilih menunda pernikahan. Di sisi lain, persoalan ekonomi juga menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pasangan suami istri berujung pada perceraian.

Tiga Pasangan Nikah Bareng di Atas Moge, Fortais Sebut Simbol Ketangguhan Rumah Tangga

Tiga Pasangan Nikah Bareng di Atas Moge, Fortais Sebut Simbol Ketangguhan Rumah Tangga

Tiga pasangan pengantin melangsungkan nikah bareng di halaman Kantor KUA Sewon Selasa (30/6). Uniknya, mereka melakukan prosesi ijab kabul di atas motor gede (moge). Dengan harapan, agar pengantin memiliki ketangguhan...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer