Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siapkan Program Besar di Sumbu Filosofi Adalah Jogja Planning Gallery dan Teras Malioboro 2

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 3 Oktober 2023 | 21:05 WIB
FOKUS: Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi. (Winda A.I. Puspita/Radar Jogja)
FOKUS: Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi. (Winda A.I. Puspita/Radar Jogja)

JOGJA - Sumbu Filosofi Jogja telah diterima sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO karena memiliki makna universal yang penting.

Tidak seperti warisan budaya yang berbentuk bangunan dan mudah dilihat, Sumbu Filosofi merupakan konsep tata ruang yang memiliki makna filosofi tinggi bagi masyarakat dunia.

Penetapan itu membawa konsekuensi untuk pengembangan ke depan di wilayah tersebut. Namun, bukan pengembangan bersifat mengubah yang sudah ada melainkan semakin memperindah agar nilai dari budaya itu tetap terjaga lestari.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, akan ada program besar yang dirancang di Sumbu Filosofi Jogja. Rencana program ini sudah dilaporkan jauh sebelum penetapan.

"Sebenarnya kalau pengembangan tidak kemudian berubah, enggak. Cuma ada program besar yang memang sudah kita rancang," katanya kepada Radar Jogja di Kompleks Kepatihan Senin (3/10).

Dian menjelaskan, program besar yang dimaksud yaitu Jogja Planning Gallery (JPG) dan Teras Malioboro. Di mana, JPG akan dibangun di lahan eksisting Kantor DPRD DIY dan Teras Malioboro 2. Program besar ini yang akan diwujudkan di kawasan Malioboro.

"Kalau yang lain kan pemeliharaan-pemeliharaan saja. Kalau Malioboro sudah kita laporkan ke UNESCO kan pendirian Jogja Planning Galery. Kemudian pengkondisian Teras Malioboro," ujarnya. 

Menurutnya, progres daripada pembangunan JPG ini masih dalam tahap perancangan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). 

"Tapi dicek ke PU, saya hanya mengkoordinasi saja. Karena tata kala juga tergantung pada kemampuan keuangan juga," jelasnya.

Dian menyebut dengan penetapan ini bagaimana Disbud berupaya untuk mempertahankan predikat warisan budaya dunia.

Instansi ini akan terus menguatkan nilai daripada kondisi bangunan yang ada di Sumbu Filosofi seperti halnya Beteng Keraton Jogja yang masih tahap pelestarian untuk penguatan nilai.

"Kalau mungkin, yang rusak harus dipelihara. Karena usulan kita intinya nilai, nilai nggak bisa dilihat kalau nggak ada wujudnya. Kalau wujudnya rusak, ya, kita harus bertanggung jawab untuk memperbaiki," terangnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#warisan budaya dunia #Sumbu Filosofi Jogja #UNESCO #Sumbu Filosofi #universal