Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunakan Sistem Digital, Sensus Pertanian di Kota Jogja Selesai Pertama

Fahmi Fahriza • Rabu, 2 Agustus 2023 | 18:21 WIB
TUNTAS: Kepala BPS DIY Herum Fajarwati saat memaparkan mengenai rilis berita statistik termasuk update Sensus Pertanian 2023 yang baru selesai 31 Juli lalu. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
TUNTAS: Kepala BPS DIY Herum Fajarwati saat memaparkan mengenai rilis berita statistik termasuk update Sensus Pertanian 2023 yang baru selesai 31 Juli lalu. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 


RADAR JOGJA - Sensus Pertanian tahun 2023 yang merupakan program rutin sepuluh tahun sekali dari pemerintah telah selesai digelar, sensus sendiri berlangsung sejak 1 Juni hingga 31 Juli lalu dan dilakukan serentak di lima kabupaten kota yang ada di wilayah DIY. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Herum Fajarwati menyebut, bahwa secara umum pelaksanaan Sensus Pertanian berjalan sesuai dengan rencana. Meskipun  ada kendala lapangan yang sifatnya eksternal seperti kasus antraks yang sempat menyerang Gunungkidul dan beberapa responden sedang melangsungkan ibadah haji pada periode sensus.

"Pada saat antraks itu kami sempat menarik petugas dan memberhentikan sensus selama satu minggu, tapi setelahnya langsung kami terjunkan kembali dengan penyesuaian dan koordinasi," jelas Herum, Selasa (1/8).

Sementara terkait para responden menjalankan ibadah haji, umumnya meraka digantikan oleh para anggota keluarga masing-masing. "Yang menggantikan anak atau keluarganya yang lain, karena kan sudah koordinasi juga dan mereka tahu juga lewat surat tanah dan berkas pendukung lain," lanjut Herum.

Dari 5 kabupaten kota yang ada di DIY, Kota Jogjakarta jadi wilayah yang pertama kali menyelesaikan sensus. Hal ini, antara lain, karena jumlah responden yang cenderung lebih sedikit dibandingkan daerah lain dan juga teknis pengumpulan data sensus yang lebih cepat menggunakan sistem digital.

"Kota itu sudah selesai sensus sejak akhir Juni, jauh lebih cepat dibandingkan daerah lain yang rata-rata akhir Juli baru selesai," lontarnya.

Herum mengapresiasi para responden yang juga terbuka dengan para petugas sensus. Diakuinya, tidak ada kendala berarti yang terjadi di lapangan dari para responden. BPS sendiri menerjunkan 3.018 petugas yang dibagi di lima kabupaten kota DIY. 

"Saya ucapakan terima kasih dan apresiasi karena hampir keseluruhan aman dan sesuai rencana, kendalanya hanya antraks dan ibadah haji," bebernya.

Selanjutnya, data-data dari sensus tersebut akan masuk ke tahap pengolahan sebelum akhirnya dirilis resmi. Data akan dijadikan acuan dalam ragam kebijakan dan peraturan di bidang pertanian secara umum nantinya.

"Mungkin baru selesai dan resmi dibuka datanya akhir tahun nanti atau awal tahun depan," ujar Herum. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#BPS DIY #Sensus pertanian #antraks