Musim Kemarau, DPP Kota Jogja Ingatkan Ancaman Penyakit Kulit Pada Ternak

JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja mengingatkan ancaman penyakit ternak. Salah satu yang perlu diwaspadai pada musim kemarau adalah penyebaran penyakit kulit. Serta penting untuk memastikan ketersediaan minum.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan laporan dari peternak perihal kurangnya ketersediaan air minum. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan, karena minum dan pakan merupakan kebutuhan utama ternak.
Panggarti mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan biosekuriti dengan target 305 ternak. Mayoritas ternak yang menjalani pemeriksaan merupakan jenis domba dengan jumlah 219 ekor, disusul sapi 47 ekor, kambing 28 ekor, dan 11 ekor kuda.
Baca Juga: Pusing hingga Diare usai Makan Siomay Kumpulan RT, Warga Tidarsari Magelang Dilarikan ke Rumah Sakit
Dalam proses pemeriksaan, pihaknya mendapati penyakit kulit atau scabies merupakan temuan penyakit ternak yang paling banyak. Meski tergolong penyakit ringan yang hanya menimbulkan rasa gatal, kerontokan bulu, serta gangguan pada kulit pada ternak. Scabies perlu diwaspadai karena merupakan jenis penyakit menular.
“Pemeriksaan dan penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah penularan dan menjaga kesehatan hewan,” ujar Panggarti, Rabu (21/10/2026).
Medik Veteriner DPP Kota Yogyakarta Imam Abror menyatakan bahwa kebersihan kandang merupakan salah satu instrumen penting menjaga kesehatan hewan ternak. Disamping memastikan ketersediaan pakan dan minum serta pemberian vitamin.
Ia mengimbau agar peternak segera melapor apabila mendapati hewan yang mengalami gejala sakit. Sebab penanganan sejak dini merupakan salah satu upaya agar hewan cepat ternak tertangani guna mencegah fatalitas lebih tinggi.
Menurut Imam, peternak untuk saat ini juga wajib berhati-hati apabila mendatangkan ternak baru dari luar daerah. Ternak baru berpotensi membawa penyakit menular, sehingga perlu untuk dilakukan karantina.
“Sebaiknya dipisahkan sementara dari ternak yang sudah ada, lalu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dicampurkan ke dalam kelompok ternak,” pesannya. (inu)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




