Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musim Kemarau, DPP Kota Jogja Ingatkan Ancaman Penyakit Kulit Pada Ternak

I
Penulis: Iwan Nurwanto❯
ADAPTIF: Sapi PO peserta Kontes Ternak Sapi Lokal Piala Keistimewaan 2026 di Pasar Hewan Siyonoharjo, Wonosari, Sabtu (12/9/2026). (Dok. Pemkab Gunungkidul)
ADAPTIF: Sapi PO peserta Kontes Ternak Sapi Lokal Piala Keistimewaan 2026 di Pasar Hewan Siyonoharjo, Wonosari, Sabtu (12/9/2026). (Dok. Pemkab Gunungkidul)

Advertisement

 

JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja mengingatkan ancaman penyakit ternak. Salah satu yang perlu diwaspadai pada musim kemarau adalah penyebaran penyakit kulit. Serta penting untuk memastikan ketersediaan minum.

Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan laporan dari peternak perihal kurangnya ketersediaan air minum. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus bertahan, karena minum dan pakan merupakan kebutuhan utama ternak.

Advertisement

Panggarti mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan pemeriksaan biosekuriti dengan target 305 ternak. Mayoritas ternak yang menjalani pemeriksaan merupakan jenis domba dengan jumlah 219 ekor, disusul sapi 47 ekor, kambing 28 ekor, dan 11 ekor kuda.

Dalam proses pemeriksaan, pihaknya mendapati penyakit kulit atau scabies merupakan temuan penyakit ternak yang paling banyak. Meski tergolong penyakit ringan yang hanya menimbulkan rasa gatal, kerontokan bulu, serta gangguan pada kulit pada ternak. Scabies perlu diwaspadai karena merupakan jenis penyakit menular.

Advertisement

“Pemeriksaan dan penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah penularan dan menjaga kesehatan hewan,” ujar Panggarti, Rabu (21/10/2026).

Medik Veteriner DPP Kota Yogyakarta Imam Abror menyatakan bahwa kebersihan kandang merupakan salah satu instrumen penting menjaga kesehatan hewan ternak. Disamping memastikan ketersediaan pakan dan minum serta pemberian vitamin.

Ia mengimbau agar peternak segera melapor apabila mendapati hewan yang mengalami gejala sakit. Sebab penanganan sejak dini merupakan salah satu upaya agar hewan cepat ternak tertangani guna mencegah fatalitas lebih tinggi.

Menurut Imam, peternak untuk saat ini juga wajib berhati-hati apabila mendatangkan ternak baru dari luar daerah. Ternak baru berpotensi membawa penyakit menular, sehingga perlu untuk dilakukan karantina.

“Sebaiknya dipisahkan sementara dari ternak yang sudah ada, lalu menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dicampurkan ke dalam kelompok ternak,” pesannya. (inu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Allano Lima Buka Suara Soal Dugaan Rasisme saat Bhayangkara FC Taklukkan PSIM Jogja

Allano Lima Buka Suara Soal Dugaan Rasisme saat Bhayangkara FC Taklukkan PSIM Jogja

Pemain asing Bhayangkara FC, Allano Lima mengunggah sebuah story di Instagram terkait dugaan rasisme yang dia alami dalam pertandingan melawan PSIM Jogja.

Atasi Maraknya Narkoba, DPRD Kota Jogja Dorong Pelaporan Digital Berbasis Kerahasiaan

Atasi Maraknya Narkoba, DPRD Kota Jogja Dorong Pelaporan Digital Berbasis Kerahasiaan

Prevalensi penyalahgunaan narkoba di DIY mencapai 2,3 persen. DPRD Kota Jogja merumuskan Raperda P4GN dengan melibatkan pemuda, memperketat obat daftar G, dan membuat saluran pelaporan digital.

Pemantauan Gunung Merapi Jogja-Jateng: 13 Guguran Lava Terdeteksi Siang Ini

Pemantauan Gunung Merapi Jogja-Jateng: 13 Guguran Lava Terdeteksi Siang Ini

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga per 21 Oktober 2026. BPPTKG mencatat suplai magma masih berlangsung dan memicu ancaman awan panas. Warga diimbau jauhi alur sungai zona bahaya hingga radius 7 km.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer