Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Normalisasi Sungai Code Selesai, Permalasahan Genangan Diklaim Hanya Tinggal 20 Persen

I
Penulis: Iwan Nurwanto❯
BERSIH: Warga beraktivitas di kawasan Sungai Code, wilayah Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Jogja, Rabu (21/10/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
BERSIH: Warga beraktivitas di kawasan Sungai Code, wilayah Cokrodiningratan, Kemantren Jetis, Kota Jogja, Rabu (21/10/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

Advertisement

JOGJA – Seiring selesainya normalisasi Sungai Code segmen Jembatan Kewk hingga belakang Hotel Tentrem, permasalahan genangan diklaim berkurang atau tinggal 20 persen. Praktis, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja bakal menjadwalkan program tersebut secara rutin.

Kepala DPUPKP Kota Jogja Umi Akhsanti mengatakan, normalisasi sungai dapat berdampak langsung pada pengurangan genangan. Khususnya terhadap lima titik permukiman yang selama ini mengandalkan aliran drainase menuju Sungai Code. Seperti di Karangsari, Jogokaryan, Giwangan, Tegalgendu, dan Sorogenen.

“Setelah ini, kami akan menjadwalkan normalisasi secara rutin agar kondisi sungai tetap terjaga,” ujar Umi di Balai Kota, Rabu (21/10/2026).

Advertisement

Umi menjelaskan normalisasi sungai yang dilakukan meliputi pengerukan sedimentasi dan penertiban bangunan liar di bantaran sungai. Program tersebut selesai sesuai target karena rampung sebelum musim penghujan tiba.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dan Drainase DPUPKP Kota Jogja Rahmawan Kurniadi menambahkan, berdasarkan pendataan 2018 tercatat ada 31 titik genangan. Seiring dengan upaya penanganan, kini permasalahan genangan hanya tinggal 20 persen atau lima titik.

Advertisement

Rahmawan membeberkan, lima titik itu tersebar di wilayah Klitren, Karangwaru, Ngupasan, Keparakan, Prawirodirjan, dan Jalan Kusbini. Ia mengaku dari lima titik tersebut sebagian sudah dilakukan penanganan namun belum optimal. Misalnya di Jalan Kusbini masih ada sedikit genangan di sekitar Balai Yasa, serta  di Karangwaru yang berada di depan SMAN 4 Jogja proyek saluran air hujan belum sepenuhnya selesai.

“Tapi tahun depan akan dilakukan updating titik genangan lagi. Mungkin ada timbulan titik baru lagi,” tambahnya. (inu/wia)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Allano Lima Buka Suara Soal Dugaan Rasisme saat Bhayangkara FC Taklukkan PSIM Jogja

Allano Lima Buka Suara Soal Dugaan Rasisme saat Bhayangkara FC Taklukkan PSIM Jogja

Pemain asing Bhayangkara FC, Allano Lima mengunggah sebuah story di Instagram terkait dugaan rasisme yang dia alami dalam pertandingan melawan PSIM Jogja.

Atasi Maraknya Narkoba, DPRD Kota Jogja Dorong Pelaporan Digital Berbasis Kerahasiaan

Atasi Maraknya Narkoba, DPRD Kota Jogja Dorong Pelaporan Digital Berbasis Kerahasiaan

Prevalensi penyalahgunaan narkoba di DIY mencapai 2,3 persen. DPRD Kota Jogja merumuskan Raperda P4GN dengan melibatkan pemuda, memperketat obat daftar G, dan membuat saluran pelaporan digital.

Pemantauan Gunung Merapi Jogja-Jateng: 13 Guguran Lava Terdeteksi Siang Ini

Pemantauan Gunung Merapi Jogja-Jateng: 13 Guguran Lava Terdeteksi Siang Ini

Gunung Merapi masih berstatus Level III Siaga per 21 Oktober 2026. BPPTKG mencatat suplai magma masih berlangsung dan memicu ancaman awan panas. Warga diimbau jauhi alur sungai zona bahaya hingga radius 7 km.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer