Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

JLFR Dilarang Lewat Malioboro, Ini Alasan dan Dampaknya bagi Wisatawan

J
Penulis: Jihad Rokhadi❯
BEBAS: Kegiatan JLFR (Jogja Last Friday Ride) tidak membatasi pesertanya dalam penggunaan sepeda. Siapa saja yang memiliki sepeda dengan jenis apa pun, bisa mengikuti acara ini.
BEBAS: Kegiatan JLFR (Jogja Last Friday Ride) tidak membatasi pesertanya dalam penggunaan sepeda. Siapa saja yang memiliki sepeda dengan jenis apa pun, bisa mengikuti acara ini.

Advertisement

 

JOGJA - Jogja Last Friday Ride (JLFR) tidak lagi diizinkan melintas di kawasan Malioboro. Kebijakan tersebut diambil setelah muncul keluhan warga dan wisatawan mengenai kemacetan serta terganggunya aktivitas di kawasan wisata. JLFR tetap digelar, tetapi menggunakan rute alternatif.

Apa itu JLFR 

Advertisement

Jogja Last Friday Ride (JLFR) merupakan gerakan bersepeda yang selalu digelar pada Jumat terakhir di setiap bulan ini, boleh diikuti oleh siapa saja, berbagai usia, dengan jenis sepeda apapun. Dan dilaksanakan pada malam hari.

Kegiatan bersepeda ini selain memberikan manfaat bagi kesehatan, gerakan bersepeda ini juga menjadi salah satu bentuk pembudayaan penggunaan sepeda, transportasi yang ramah lingkungan. Salah satu icon gerakan organik masyarkat yang patut kita banggakan.

Advertisement

Mengapa JLFR Dilarang Melintasi Malioboro?

Polresta Jogja dipastikan membatasi agenda bersepeda Jogja Last Friday Ride (JLFR) di kawasan Malioboro. Hal tersebut diklaim aparat sebagai langkah menjaga citra kota pariwisata. Perbincangan publik terkait aturan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Kasatlantas Polresta Jogja AKP Alvian Hidayat menyatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (26/6) saat JLFR ke-194. Tindakan penolakan itu sebagai langkah kepolisian untuk meminimalisasi konflik di kawasan Malioboro saat masa libur sekolah yang cukup ramai wisatawan.

“Karena beberapa waktu terakhir sering mendapat keluhan dari masyarakat hingga wisatawan,” ujar Alvian kepada Radar Jogja melalui sambungan telepon, Selasa (30/6).

Baca Juga: JLFR Digelar Saat Lalu Lintas Padat Libur Akhir Tahun, Dishub Kota Jogja Imbau Pesepeda Hormati Wisatawan

Keluhan Warga dan Wisatawan

Sejumlah warga mengaku iring-iringan pesepeda membuat arus kendaraan tersendat. Tidak sedikit wisatawan yang merasa terganggu karena harus menunggu rombongan melintas saat menikmati kawasan Malioboro.

Pelaku usaha di sekitar Malioboro juga menyampaikan bahwa kondisi tersebut berpotensi mengurangi kenyamanan wisatawan.

Terkait dengan narasi represifitas aparat dalam video yang beredar, Alvian menampik hal tersebut. Menurutnya para petugas di lapangan sudah melakukan pendekatan komunikatif dengan pesepeda.

Menurut dia, dari dulu itu JLFR sebenarnya tidak ada masalah masuk ke Malioboro. “Tapi puncaknya pada saat yang ke-184 atau ke-185 yang hampir 5.000 sampai 7.000-an itu ternyata menyebabkan banyak keluhan dari masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga: Jogja Last Friday Ride JLFR Dikeluhkan, Timbulkan Macet

Alasan lainnya, Malioboro adalah panggung bagi citra Kota Jogja. Perilaku negatif seperti berteriak-teriak, berkata kotor, atau bersikap tidak sopan kepada wisatawan yang dilakukan peserta JLFR dapat merugikan ekosistem pariwisata lokal.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

4 Pameran Seni di Jogja Sepanjang Juli 2026 yang Masih Bisa Dikunjungi 

4 Pameran Seni di Jogja Sepanjang Juli 2026 yang Masih Bisa Dikunjungi 

Jogja tidak pernah kehabisan agenda seni. Sepanjang Juli 2026 ini, setidaknya ada empat pameran yang masih berlangsung dan bisa dikunjungi. Mulai dari festival seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia hingga...

Ramai Ajakan Naik Gunung Merapi, BBPTKG Tegaskan Tingginya Potensi Erupsi Eksplosif Mendadak

Ramai Ajakan Naik Gunung Merapi, BBPTKG Tegaskan Tingginya Potensi Erupsi Eksplosif Mendadak

Ramai dibahas di media sosial soal pembukaan jalur pendakian Gunung Merapi oleh sejumlah kelompok masyarakat. Bahkan ada sejumlah akun telah mengunggah konten pendakian yang dilakukan baru-baru ini. Balai Penyelidikan d

Jogja Last Friday Ride JLFR Keluarkan Pernyataan Sikap, Terbuka Terhadap Evaluasi dan Perbaikan

Jogja Last Friday Ride JLFR Keluarkan Pernyataan Sikap, Terbuka Terhadap Evaluasi dan Perbaikan

Jogja Last Friday Ride (JLFR) akhirnya buka suara terkait polemik yang terjadi. Mereka menyatakan kesiapannya untuk evaluasi dan perbaikan jika memang ada kekurangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer