Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jampi DIY Gelar Doa Bersama, Berharap Program MBG Dihentikan

CA
UPAYA: Sejumlah aktivis menggelar doa bersama dan tolak bala terkait program MBG di Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) Bantul, kemarin (11/9). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan MBG. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
UPAYA: Sejumlah aktivis menggelar doa bersama dan tolak bala terkait program MBG di Yayasan Annisa Swasti (Yasanti) Bantul, kemarin (11/9). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi untuk menyampaikan kritik terhadap pelaksanaan MBG. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

Advertisement

 

BANTUL - Jaringan Advokasi Melindungi Pekerja Informal (Jampi) DIY bersama sejumlah LSM menggelar doa bersama untuk tolak bala kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Doa bersama itu diharapkan dapat menjadi upaya untuk menghentikan program MBG.

Koordinator Jampi DIY Hikmah Diniya mengatakan, bersama sejumlah LSM menyerukan agar program-program pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, terutama perempuan dan pekerja informal, dihentikan. Salah satunya yakni MBG.

Advertisement

"Karena benar-benar berdampak pada kehidupan anak-anak kita," jelasnya saat ditemui di Yayasan Annisa Swasti setelah doa bersama, Jumat (11/9).

Menurutnya, pemerintah perlu segera menangani pihak yang bertanggung jawab atas kasus makanan yang menyebabkan keracunan. Dia menilai persoalan itu bukan perkara biasa, melainkan sebuah pelanggaran.

Advertisement

Dikatakan, masih banyak program lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dibandingkan MBG. "Ini menjadi refleksi, kami berkomitmen, karena orang tuanya adalah kami, ini perintah kita untuk menolak MBG," tegasnya.

Dia pun mengajak masyarakat yang memiliki anak di sekolah untuk bersama-sama mendesak pemerintah menghentikan program tersebut. Menurutnya, kondisi Indonesia saat ini sedang menghadapi situasi darurat, terutama dari sisi keuangan, sehingga program yang dinilai berdampak buruk kepada masyarakat lebih baik dihentikan. "Ada hal lain yang lebih prioritas, karena penerima MBG tidak semua rakyat miskin," tuturnya.

Sementara itu, Pengacara Publik LBH Jogja Royan Juliazka Chandrajaya mengatakan, anggaran untuk program MBG berdampak pada pengurangan anggaran untuk sektor lain, termasuk pendidikan dan kesehatan. Padahal, kedua sektor tersebut merupakan kebutuhan esensial masyarakat.

"Ini ditolak (program MBG, Red) bukan karena keracunan atau korupsi, tapi lebih ke soal programnya nggak masuk akal," jelasnya.

Menurutnya, anggaran besar seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat, seperti membuka lapangan pekerjaan. Dia menilai program MBG sejak awal memiliki persoalan secara esensial karena pengelolaan dapur MBG justru dinilai lebih banyak dikuasai oleh orang-orang yang memiliki modal.

Advertisement
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lagi dan Lagi Video Detik-Detik Puluhan Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG Viral

Lagi dan Lagi Video Detik-Detik Puluhan Siswa di Lombok Tengah Diduga Keracunan MBG Viral

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menelan korban di Lombok Tengah. Kali ini, sebuah video yang beredar luas di media sosial Facebook memperlihatkan detik-detik panik sejumlah siswa sekolah dasar keracunan.

Pemeriksaan Siswa Diduga Keracunan MBG di Jetis Bantul Ternyata Diminta Pihak Sekolah

Pemeriksaan Siswa Diduga Keracunan MBG di Jetis Bantul Ternyata Diminta Pihak Sekolah

Penanganan siswa SDN 1 Sumberagung yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) dilakukan atas permintaan pihak sekolah. Kepala SDN 1 Sumberagung Parjiyatmi mengatakan, pemeriksaan sisw

Korban MBG di Pandowoharjo Capai 389 Orang, Hasil Lab Temukan Bakteri Bacillus Cereus pada Sampel 

Korban MBG di Pandowoharjo Capai 389 Orang, Hasil Lab Temukan Bakteri Bacillus Cereus pada Sampel 

Sejumlah siswa di Kalurahan Pandowoharjo, Sleman mengalami keracunan usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) pada Senin (31/8) lalu. Saat itu menu yang diberikan terdiri atas nasi putih, bola-bola ayam saus men

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer