Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cuaca Ekstrem Guyur DIY, 59 Titik Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Yogyakarta dan Sekitarnya

E
Penulis: Editor Content❯
Cuaca buruk turut mengganggu produktivitas tangkapan nelayan di Gunungkidul.
Cuaca buruk turut mengganggu produktivitas tangkapan nelayan di Gunungkidul.

JOGJA - Hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur hampir seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak Minggu malam (15 Februari 2026) hingga Senin (16 Februari 2026) memicu cuaca ekstrem berupa tanah longsor, pohon tumbang, dan kerusakan infrastruktur.


Advertisement

Berdasarkan Sitrep (Situation Report) terbaru dari Pusdalops PB BPBD DIY per pukul 24:00 WIB Senin, 16 Februari 2026, kejadian ini berdampak di puluhan titik di lima kabupaten/kota.

Total dampak mencakup sekitar 59 titik kejadian, dengan kerusakan rumah mencapai puluhan unit, akses jalan terganggu, serta jaringan listrik dan internet putus di beberapa lokasi.

Empat warga mengalami luka ringan dan 16 jiwa terpaksa mengungsi.

Advertisement

Berikut rincian dampak per wilayah:

Kabupaten Kulon Progo menjadi yang paling terdampak dengan 19 titik longsor dan cuaca ekstrem di 8 kapanewon, termasuk Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Panjatan, dan Sentolo.

Kerusakan meliputi 1 pohon tumbang, 8 rumah rusak, 11 titik akses jalan terputus, 1 jaringan listrik, 1 jaringan internet, serta 1 titik irigasi.

Advertisement

Kota Yogyakarta terdampak di 7 lokasi pada 4 kemantren (Kraton, Ngampilan, Gondokusuman, Mergangsan).

Kerusakan mencakup 4 rumah, 1 kantor kelurahan Wirogunan, 1 mobil, 1 titik rumpun bambu, serta aliran sungai.

Sebanyak 4 orang luka ringan dan 16 jiwa mengungsi.

Kabupaten Gunungkidul mencatat 7 lokasi di 6 kapanewon (Wonosari, Karangmojo, Tepus, Patuk, Ponjong, Panggang).

Dampak termasuk 3 pohon tumbang, 8 rumah rusak, 2 rumah terancam, 1 jembatan, 2 jaringan listrik, 2 talud ambrol, serta akses jalan dan aliran sungai.

Estimasi kerugian mencapai Rp21 juta.

Kabupaten Sleman paling banyak titik kejadian dengan 25 lokasi di 7 kapanewon (Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan, Gamping).

Kerusakan meliputi 8 rumah, 2 fasilitas pemerintah, 1 pondok pesantren, 1 kandang ternak, 2 akses jalan, pohon tumbang (12 titik), serta jaringan listrik dan internet.

Kabupaten Bantul terdampak di 1 lokasi Kapanewon Kasihan, yaitu fasilitas pemerintah (Bandiklat Gunung Sempu) dan 1 rumah rusak.

Upaya penanganan yang dilakukan BPBD DIY bersama petugas dan relawan gabungan meliputi pencatatan data, koordinasi, himbauan kepada warga, kerja bakti, dukungan logistik, pembersihan, serta pemberian bantuan logistik.

Data ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai update terbaru dari TRC BPBD DIY serta Pusdalops BPBD kabupaten/kota.

BPBD DIY mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem lanjutan, menghindari lereng rawan longsor, sungai, dan area genangan. (iwa) 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Update Gunung Merapi Sleman-Klaten, Rekomendasi Jarak Aman dan Risiko Erupsi

Update Gunung Merapi Sleman-Klaten, Rekomendasi Jarak Aman dan Risiko Erupsi

Gunung Merapi masih berada di Level III Siaga. Puluhan getaran gempa terdeteksi menandakan suplai magma tetap berlangsung di perut gunung. BPPTKG mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi lahar hujan.

Siaga Merapi Siang Ini, Lava Pijar Meluncur 1,6 Kilometer, Warga Lereng Merapi Diminta Tetap Waspada

Siaga Merapi Siang Ini, Lava Pijar Meluncur 1,6 Kilometer, Warga Lereng Merapi Diminta Tetap Waspada

Laporan terbaru aktivitas Gunung Merapi 25 September 2026. Terjadi 3 kali guguran lava sejauh 1.600 meter, status bertahan di Level III (Siaga).

Gunung Merapi Masih Bergolak: 141 Kali Gempa dalam Sehari, Status Siaga Dipertahankan

Gunung Merapi Masih Bergolak: 141 Kali Gempa dalam Sehari, Status Siaga Dipertahankan

Potensi hujan abu vulkanik juga menjadi perhatian. Masyarakat diminta mengantisipasi gangguan pernapasan akibat abu jika erupsi terjadi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer