Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunung Merapi Masih Bergolak: 141 Kali Gempa dalam Sehari, Status Siaga Dipertahankan

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Guguran Lava Merapi Capai 2 Km, BPPTKG Minta Warga Waspada Awan Panas.
Guguran Lava Merapi Capai 2 Km, BPPTKG Minta Warga Waspada Awan Panas.

Advertisement

 SLEMAN — Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah masih terus menunjukkan dinamika yang mengkhawatirkan. Sepanjang periode pengamatan Rabu (9/9/2026), tercatat 141 kali kejadian gempa dari berbagai jenis, sementara status gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini masih bertahan di Level III atau Siaga.

Meski tidak terlihat erupsi eksplosif, gemuruh dari perut bumi terus menggema. Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa suplai magma dari dapur magmatis Merapi masih berlangsung—sebuah kondisi yang bisa memicu awan panas guguran kapan saja.

Cuaca Mendung, Puncak Tertutup Kabut

Advertisement

Sepanjang hari, cuaca di sekitar Gunung Merapi didominasi mendung dengan angin bertiup tenang ke arah timur. Suhu udara berkisar antara 16,3 hingga 22,7 derajat Celcius dengan kelembaban tinggi mencapai 81,7 hingga 98,89 persen.

Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut 0-III sehingga kawah tidak teramati sama sekali. Tidak ada asap kawah yang muncul—menandakan bahwa aktivitas yang terjadi saat ini lebih banyak berlangsung di bawah permukaan.

Advertisement

83 Gempa Guguran Dominasi Aktivitas

Jenis kegempaan yang paling dominan adalah gempa guguran (rockfall) yang tercatat sebanyak 83 kali dengan amplitudo 2-39 mm dan durasi 37,68 hingga 196,46 detik. Gempa guguran ini menandakan jatuhnya material lava atau batuan dari kubah lava yang masih aktif tumbuh.

Selain itu, tercatat pula 57 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-33 mm, selisih waktu datang gelombang S-P 0,2-0,8 detik, dan durasi 7,79-58,06 detik. Gempa hybrid merupakan sinyal penting yang kerap muncul sebelum terjadi awan panas guguran.

Yang menarik, terekam satu kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 5 mm dan durasi 8,46 detik. Gempa jenis ini mengindikasikan pergerakan fluida atau gas di dekat permukaan—sebuah pengingat bahwa tekanan di bawah kubah lava terus meningkat.

Potensi Bahaya Mengintai 7 Kilometer

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DIY Punya Gunung Merapi dan Sesar Opak, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Mitigasi Bencana

DIY Punya Gunung Merapi dan Sesar Opak, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Mitigasi Bencana

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mendesak Pemda DIY lebih serius mengalokasikan anggaran guna peningkatan kapasitas penanggulangan bencana. Fokus utamanya, memperkuat pelatihan dan simulasi penanganan bencana ...

Anggaran Penanggulangan Bencana di DIY Rendah, Dibandingan Tingkat Risikonya: Ini Kata Komisi A

Anggaran Penanggulangan Bencana di DIY Rendah, Dibandingan Tingkat Risikonya: Ini Kata Komisi A

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY menilai rancangan anggaran penanggulangan bencana di DIY tahun 2027 masih rendah. Komisi A DPRD DIY mendesak Pemprov DIY meningkatkan kapasitas anggaran dengan memprioritaskan..

BPBD Kebumen Diusulkan Naik Jadi Tipe A, Perkuat Kewenangan hingga Respons Penananganan Bencana

BPBD Kebumen Diusulkan Naik Jadi Tipe A, Perkuat Kewenangan hingga Respons Penananganan Bencana

Pemkab Kebumen mengusulkan perubahan status Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) tipe A. Dengan status baru tersebut, BPBD akan memiliki kewenangan dan kapasitas ..

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer