Cedera bagi Nuke adalah hal kecil. Ia percaya kekuatan pikiran melancarkan penanganan medis. Apalagi ia kini membela tim dari kota yang membesarkan namanya. Baginya, membela Bima Perkasa adalah bermain untuk tanah kelahiran sendiri. “Saya juga profesional. Kata profesional itu jangan hanya di mulut saja, kita harus bisa membuktikannya karena dengan kata-kata saja tidak cukup," tegasnya.
Nuke sudah berusia 28 tahun dan saat ini menjadi pemain ketiga yang berusia di atas 25 tahun di bawah Yanuar Dwi Priasmoro dan Restu Dwi Purnomo di skuad Bima Perkasa. Meski dianggap sudah tidak muda lagi, Nuke masih menjadi andalan di tim. Pemain yang pernah memperkuat RANS PIK Basketball itu merupakan tumpuan serangan bersama Cameron Coleman dan Ikram Fadhil. Hingga seri kelima IBL, Nuke sudah mengumpulkan 186 poin. Menjadikannya top skor ketiga tim di bawah Coleman dan Ikram.
Statistik defense-nya juga tidak mengecewakan. Nuke mencatatkan rekor sebagai pemain dengan steal terbanyak ketiga dengan 17 kali mencuri bola dari tangan lawan. Di area rebounds, pemain setinggi 174 sentimeter itu sudah 62 kali memetik bola. Hanya Ikram Fadhil dan Argus Sanyudy dari deretan pemain lokal yang berada di atas Nuke untuk urusan rebounds.
Tidak heran pencapaian yang dipetiknya sambil menahan nyeri itu menaikkan motivasi para pemain muda di Bima Perkasa. Rookie Bima Perkasa, Jacob Lobbu, sempat mengatakan bahwa Nuke kerap memberinya motivasi sampai menjadi role model. "Profesionalisme Nuke patut dicontoh dan jadi role model buat kami. Profesionalismenya tidak sekadar kata-kata," kata Jacob.
Aksi Nuke dan kawan-kawan sendiri akan kembali diuji dalam seri keenam IBL di GOR Amongraga, Kota Jogja, 24-31 Mei 2023 mendatang. Saat ini, Efri Meldy selaku pelatih kepala sudah mempersiapkan tim untuk menghadapi seri IBL di kandang sendiri. "Kami mengkombinasikan fisik, teknik, dan taktik mulai awal Mei kemarin. Akan terus kami mantapkan sampai seri IBL di Jogja," tandas Efri. (tyo/din) Editor : Editor Content