RADAR JOGJA - Hanya dalam waktu tiga bulan siswi SD Muhammadiyah Sapen Fathiya Mumtaza bertranformasi menjadi penyerang haus gol. Dalam MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2024 kelompok umur (KU) 10 di Stadion Tridadi Sleman Sabtu-Minggu (26-27/10), Fathiya mampu mencetak 27 gol dalam delapan kali pertandingan.
Menjadikannya sebagai pusat perhatian dan berpeluang besar meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak kali ini. Hal itu tidak lepas dari dukungan serius pihak sekolah meningkatkan kemampuan individu dan tim sepak bola putri dengan menambah porsi latihan lebih intensif.
"Saya belum terlalu bisa main sepak bola pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2024. Setelah itu, sekolah dan pelatih menambah sesi latihan menjadi empat kali seminggu sehingga saya dan teman jadi lebih banyak belajar bermain sepak bola," kata Fathiya yang pada seri pertama hanya mencetak satu gol.
Baca Juga: PSIM Jogja Optimistis Tutup Putaran Pertama dengan Manis
Sang guru yang juga pelatih tim SD Muhammadiyah Sapen 2 Deni Setiawan mengaku memang melakukan evaluasi setelah MilkLife Soccer Challenge Seri 1 pada Juli lalu. Di antaranya dengan menggiatkan latihan hingga empat kali sepekan. Bahkan khusus pemain yang tampil di MilkLife Soccer Challenge ada tambahan latihan. "Seperti striker ada latihan khusus finishing," ungkapnya.
MilkLife Soccer Challenge - Yogyakarta Seri 2 2024 yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife diikuti ak kurang, 1.203 siswi dari 113 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya.
Turnamen yang dihelat di Stadion Tridadi Sleman dan Lapangan Bola Sidomoyo ini berlangsung selama lima hari mulai Rabu (23/10) hingga Minggu (27/10). Peserta terbagi dalam 64 tim Kelompok Usia (KU) 12 dan 49 tim KU 10. Sebelumnya pada Seri 1, terdapat 452 siswi yang berasal dari 24 SD dan MI.
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, meningkatnya jumlah peserta pada MilkLife Soccer Challenge – Yogyakarta Seri 2 2024 adalah bukti bahwa sepak bola juga diminati banyak talenta putri. Hal tersebut menjadi dorongan semangat dan motivasi agar upaya-upaya memasyarakatkan sepak bola putri semakin bergelora di Indonesia.
Baca Juga: Pengaruh Arsitektur Kolonial pada Bufet Lawasan Hingga Relevansinya Hingga Kini
Baca Juga: Konflik Israel-Hizbullah Kian Memanas: Tiga Jurnalis Tewas dalam Serangan Udara Israel di Lebanon
“Dengan semakin banyak peminat yang ingin menyalurkan talenta menjadi pesepak bola putri, tentu semakin besar peluang untuk menemukan mereka yang benar-benar memiliki bakat besar atau daya juang tinggi agar dapat terus dikembangkan,” kata Teddy.
Coach Asep Sunarya selaku Asisten Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge menyatakan, hingga Sabtu (26/10), sejumlah peserta mampu menyita perhatian tim pencari bakat usai menampilkan aksi-aksi memukau di lapangan hijau. Hal ini tidak lepas dari kerja keras para guru dan pelatih dalam membangun tim, rutin latihan, serta terus menyuntikan motivasi mempersiapkan siswi-siswi yang akan bertanding secara maksimal. "Kami berharap bakat-bakat yang mulai terlihat itu dapat terus diasah dengan bergabung di Sekolah Sepak Bola,” kata Asep.
Editor : Heru Pratomo