JOGJA - Langkah ambisius Pemkot Jogja mengubah Malioboro sebagai kawasan full pedestrian mulai meredup. Sebab, meski sudah dilakukan serangkaian uji coba di tahun sebelumnya, kepala daerah tidak mematok target penerapan kebijakan tahun ini.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus terhadap evaluasi pasca uji coba pedestrian di Malioboro.
Sehingga target penerapan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian kemungkinan tidak ditetapkan pada tahun ini.
Hasto menegaskan, penerapan Malioboro sebagai kawasan full pedestrian memang menjadi arahan langsung Gubernur DIY Hamengku Buwono X.
Namun, menurutnya, Ngarsa Dalem tidak meminta perubahan yang drastis. Melainkan harus melalui kajian dan penilaian yang matang.
"Kami diminta membentuk tim untuk mengevaluasi setiap tahapan yang dilakukan bersama-sama,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, kemarin (12/1).
Bupati Kulon Progo dua periode itu mengaku, pihaknya kini tengah mencari solusi terkait berbagai permalasahan di Malioboro saat diterapkan kawasan pedestrian.
Misal terkait cekungan di sirip-sirip Malioboro yang terlalu sempit. Pemkot berencana melakukan pelebaran agar dapat difungsikan sebagai lokasi putar balik kendaraan.
Soal dampak ekonomi pelaku usaha di sepanjang Malioboro ketika penerapan pembatasan kendaraan, Hasto menyebut, sebagian pelaku usaha mengeluh adanya penurunan omzet karena pengemudi ojek online tidak bisa masuk ke Malioboro.
"Sehingga kami harus cari solusi, apakah perlu ada outlet khusus di dekat sana yang bisa dijangkau pengemudi ojek online atau seperti apa,” katanya.
Mantan kepala BKKBN itu juga tengah memikirkan wadah bagi pelaku wisata andong dan becak. Pasalnya, kapasitas Malioboro hanya mampu menampung 60 andong. Sementara total anggota paguyuban andong secara keseluruhan mencapai 400 kusir.
Kemudian Hasto juga tengah merancang kebijakan melarang aktivitas becak motor (betor). Salah satunya dengan terus menambah jumlah becak listrik agar dapat mengganti kehadiran betor di Malioboro.
"Jadi kebijakannya kondisional mengikuti kesiapan di lapangan,” beber Hasto. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun