Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BRT Trans Jateng Jadi Perbincangan Warganet: Mudah dan Murah Banget

Administrator • Rabu, 21 Desember 2022 | 18:00 WIB
MUTAH MERIAH: Moda transportasi umum BRT Trans Jateng jadi perbincangan warganet karena mudah dan murahnya moda transportasi itu.(ISTIMEWA)
MUTAH MERIAH: Moda transportasi umum BRT Trans Jateng jadi perbincangan warganet karena mudah dan murahnya moda transportasi itu.(ISTIMEWA)
RADAR JOGJA - Moda transportasi umum BRT Trans Jateng jadi perbincangan warganet. Mereka kagum dengan mudah dan murahnya moda transportasi itu. Bahkan ada pendatang dari luar Jateng merasa iri, membandingkan sistem transportasi di daerahnya, yang menurutnya belum sebaik BRT Trans Jateng.

Ya, moda transportasi umum memang jadi salah satu prioritas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya, sistem transportasi umum harus bisa memberikan layanan yang mudah dan murah kepada masyarakat. Khususnya para pekerja, pelajar/mahasiswa, dan veteran.

Hal itu terjawab dengan dioperasikannya BRT Trans Jateng. Moda transportasi umum yang nyaman, menjangkau berbagai wilayah, dan tentunya murah. "Tarifnya sangat murah, yakni Rp 4.000 untuk penumpang umum (jauh-dekat) dan Rp 2.000 untuk veteran, pelajar/mahasiswa, dan pekerja," kata Ganjar dikutip dari unggahan akun media sosialnya, Selasa (20/12).

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro menambahkan, pengelolaan transportasi umum yang ditangani oleh Pemprov Jateng adalah angkutan antarkota dalam provinsi. Pengelolaan itu dilakukan dengan memberikan insentif dan kemudahan bagi pemilik atau pengusaha transportasi umum, baik pengaturan rute sampai perizinan.

"Yang kami operasionalkan langsung itu angkutan aglomerasi BRT Trans Jateng. Sudah ada enam koridor. Kemudian, pada 2023 akan dibuka satu koridor lagi. Busnya milik penyedia layanan, jadi kami beli layanan," kata Henggar.

Enam koridor yang sudah beroperasi antara lain Koridor 1 Bawen (Ungaran)-Tawang (Semarang), Koridor 2 Bulupitu (Purwokerto)-Bukateja (Purbalingga), Koridor 3 Bahurekso (Kendal)-Mangkang (Semarang), Koridor 4 Surakarta-Sragen, Koridor 5 Kutoarjo (Purworejo)-Borobudur (Magelang), dan Koridor 6 Halte Penggaron (Semarang)-Terminal Godong (Grobogan).

Dari enam koridor itu, total ada 101 armada BRT Trans Jateng yang beroperasi. Sebanyak 98 armada beroperasi secara normal dan tiga armada sebagai cadangan jika bus yang lain mengalami masalah.

Dikatakan Henggar, tahun depan rencananya akan dibuka rute baru, melayani Solo-Wonogiri.

BRT Trans Jateng juga termasuk moda transportasi ramah difabel, baik dari selter maupun armadanya. Para petugas pun dilatih untuk penanganan penumpang disabilitas.

"Memang belum semua koridor (ramah disabilitas, Red), karena ada armada yang masih pakai high deck," ucap Henggar.

Di sisi lain, kemudahan layanan BRT Trans Jateng juga meliputi sistem pembayaran yang cahsless atau nontunai. Pembayaran nontunai ini dapat menggunakan tapping kartu, QRIS, atau menggunakan aplikasi Si Anteng yang juga sudah bekerja sama dengan perbankan dan layanan nontunai.

"Ke depan kami akan kembangkan lagi untuk layanan terbaik bagi semua masyarakat," tandas dia.

Diketahui sebelumnya, BRT Trans Jateng jadi perbincangan hangat warganet. Mereka iri dengan sistem transportasi Jateng yang sudah sangat bagus, yang belum ada di daerahnya.

Misalnya seperti yang disampaikan oleh pemilik akun twitter @fmhd8 saat menanggapi cuitan dari akun @Outstandjing pada 10 Desember 2022 tentang pengalaman naik angkutan umum di Bandung.

Pemilik akun @fmhd8 merupakan orang Bandung yang merantau ke Kota Semarang. Ia juga mengaku heran dengan pengelolaan transportasi umum di Bandung yang jauh berbeda dengan di Kota Semarang dan Jateng.

Cuitannya tentang perbandingan transportasi umum di Bandung dan di Semarang pada tanggal 10 Desember 2022 itu mendapatkan 2.459 suka, di-retweet sebanyak 614 kali, dan ada sekitar 345 komentar atau balasan.

"Bagaimana dengan Trans Jateng? Sama, mereka semakin hari juga semakin improve. Mulai dari layanan hingga sarana. Baik Trans Jateng maupun Trans Semarang operatornya adalah konsorsium angkutan existing, ini meminimalisasi adanya gesekan dengan transportasi existing," tulisnya.

Cuitan ini juga banyak mendapatkan respons dengan 210 kali disukai, 40 kali retweet dan 12 komentar.

"Sebagai pengguna trans Jateng Purbalingga Purwokerto sangat membantu banget, dulu naik bis biasa bayar nyampe 20k sekarang cuma 4k aja, udah gitu ada trans Banyumas. Semoga tiap kabupaten di Jateng bisa terkoneksi sama bus kek gini," cuit pemilik akun @semyengg membalas @fmhd8.

"Sekarang udah ada transjateng jadi lebih enak. Bisa naik bus trans smpe luar semrg. Trs nunggunya cepet gk nyampe 10 menit udh dateng. Ku kira seluruh indo udh bagus gini transport umumnya, ternyata semarang doang" cuit pemilik akun @stormiaddict. (*/ila) Editor : Administrator
#Bus Trans Jateng. Transjateng #ganjar pranowo #BRT Trans Jateng