Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sopir Bus Tak Tahu Bawa Bupati, Cerita Kocak di Balik OTT KPK Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman di Jateng

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 15 Maret 2026 | 05:50 WIB

Petugas mengawal pejabat Cilacap menuju bus. (Istimewa)
Petugas mengawal pejabat Cilacap menuju bus. (Istimewa)

CILACAP - Sopir bus PO Riyan Hartono kaget saat tahu penumpangnya adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan pejabat Pemkab yang diamankan KPK. OTT terkait dugaan pemerasan THR Lebaran dan suap proyek, 27 orang diamankan.

Sebuah kisah unik dan sedikit lucu menyertai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman pada Jumat, 13 Maret 2026.

Sopir bus pariwisata PO Riyan bernama Hartono, warga Purbalingga, mendapat tugas mengantar rombongan dari area Samsat Cilacap menuju Purwokerto sekitar pukul 14.00 WIB. Ia mengira penumpangnya adalah rombongan biasa yang akan buka puasa bersama atau ke stasiun kereta.

Sepanjang perjalanan, Hartono asyik memutar musik keras di bus berkapasitas 50 kursi pelat R 7127 OT. Suasana kabin terasa sepi karena hampir semua penumpang berbaju batik duduk diam, bahkan ada yang tertidur pulas.

Tanpa disangka, rombongan itu ternyata adalah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman beserta jajaran pejabat tinggi Pemkab Cilacap yang baru saja diamankan tim KPK dalam OTT.

Di antara penumpang ada nama-nama besar seperti:

Sekda Cilacap Satmoko Danardono

Kepala Diskominfo Buddy Haryanto

Kepala Dispermades Heru Kurniawan

Kepala DPKUKM Oktrivianto Subekti

Kepala Dinas Sosial dr Ichlas Riyanto

Petugas KPK berpakaian sipil mengawal ketat sepanjang perjalanan. Kejutan terbesar bagi Hartono terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat bus memasuki halaman Polresta Banyumas, bukan ke tempat makan atau stasiun seperti yang ia kira.

Setelah turun, beberapa pejabat sempat melaksanakan salat Ashar di masjid Polresta sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Satreskrim.

KPK kemudian mengamankan total 27 orang dalam OTT tersebut, termasuk Bupati Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Satmoko Danardono yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut keterangan resmi KPK, kasus ini terkait dugaan pemerasan dan permintaan setoran uang THR Lebaran 2026 untuk kepentingan eksternal (Forkopimda), dengan target Rp750 juta meski yang terkumpul sekitar Rp610 juta. Ada pula indikasi penerimaan terkait proyek-proyek di Pemkab Cilacap.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kekecewaan mendalam atas kasus ini dan menegaskan komitmen pemberantasan korupsi di Jateng.

Kisah "sopir bus yang tak tahu diri" ini langsung viral di media sosial, menjadi sorotan lucu di tengah kasus serius yang mengguncang pemerintahan daerah.

Penyidik KPK masih melakukan pengembangan kasus, termasuk pemeriksaan intensif terhadap para tersangka yang telah dibawa ke Jakarta. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#sopir bus #OTT KPK #Bupati Cilacap #Bupati Cilacap Samsul Auliya Rachman #bupati cilacap ditangkap KPK #purwokerto #kocak