Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuota SPMB SMA Hanya Tampung 40 Persen Lulusan SMP

M
Penulis: Muhammad Hafied❯
Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 9 Provinsi Jawa Tengah Maryanto. (M Hafied/Radar Jogja)
Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 9 Provinsi Jawa Tengah Maryanto. (M Hafied/Radar Jogja)

Advertisement

KEBUMEN - Pemerataan akses pendidikan di sekolah negeri di Kabupaten Kebumen dan Purworejo tampaknya bakal sulit terwujud. Kepastian ini diihat dari daya tampung lulusan siswa SMP yang tidak sepadan dengan kuota penerimaan calon siswa jenjang SMA.

Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 9 Provinsi Jawa Tengah Maryanto mengatakan, terdapat ketimpangan antara jumlah lulusan SMP dan alokasi siswa baru di tingkat SMA. Keterbatasan daya tampung ini karena hanya tersedia 40 persen kuota siswa baru. "Kuota itu masing-masing sekolah. Kalau se Jawa Tengah prosentasenya hanya bisa menampung sekitar 40,2 persen dari lulusan SMP," ucapnya kepada Radar Jogja Kamis (18/6).

Advertisement

Atas kondisi tersebut calon siswa baru harus mencari alternatif pendidikan lain, seperti di sekolah swasta maupun lembaga pendidikan berbasis agama. Dia menyebut pada tahun ini hanya tersedia sekitar 6.000 kuota siswa baru untung jenjang sekolah menengah atas. "Mayoritas anak lulusan SMP tahun ini belum bisa tertampung di sekolah negeri. Sekolah swasta nanti akan membantu," ucapnya.

Dia mengungkapkan, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA berbasis online pada tahun ini dipastikan lancar. Pemerintah melalui dinas terkait juga terus melakukan evaluasi agar tidak menemui hambatan dalam pelaksanaan SPMB. "Server kami mandiri. Dikembangkan sudah dua tahun ini dan pasti ada evaluasi," tegas Maryanto.

Advertisement

Sebagai antisipasi kendala, panitia SPMB di berbagai jenjang terus memantau perkembangan. Pihaknya juga terbuka manakala masyarakat hendak memberi masukan perihal SPMB. Dia juga menegaskan dalam pelaksanaan penerimaan murid baru telah terdapat komitmen untuk menghindari segala praktik kecurangan. "Semua sudah online. Tidak bisa main-main. Dan, itu terbuka," bebernya.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa Kurniawan, 45, mengaku terbatasnya kuota siswa baru di SMA memang menjadi tantangan tersendiri. Dia bersama anaknya perlu mengambil langkah cermat sebelum masuk SMA karena persaingan semakin ketat di tengah keterbatasan daya tampung. "Anak saya terus monitor. Sekarang ada tes akademik, harus jeli pilih sekolah. Kompetisinya semakin berat," ujarnya. (fid)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

KPK Jadwalkan Periksa Fuad Hasan Masyhur Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Jadwalkan Periksa Fuad Hasan Masyhur Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji

Komisi Peberantasan Korupsi (KPK) pada hari Senin (15/6/26) memeriksa Direktur Utama PT Makassar Toraja atau Maktour Fuad Hasan Masyhur sebagai saksi kasus dugaan korupsi kuota haji tahun 2023-2024. Juru Bicara KPK Budi

Over Kuota, Semua Lulusan SD di Kota Magelang Bisa Diterima SMP Negeri Syaratnya Tak Pilih-Pilih

Over Kuota, Semua Lulusan SD di Kota Magelang Bisa Diterima SMP Negeri Syaratnya Tak Pilih-Pilih

Semua Lulusan SD Bisa Diterima SMP Negeri Overkuota, Disdikbud Kota Magelang Akan Kolaborasi Antarwilayah

Pemkab Gunungkidul Minta Warga Tak Panic Buying Imbas BBM Non-Subsidi Naik, Kuota Dipastikan Aman

Pemkab Gunungkidul Minta Warga Tak Panic Buying Imbas BBM Non-Subsidi Naik, Kuota Dipastikan Aman

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026 dipastikan tidak mengganggu ketersediaan pasokan di Bumi Handayani. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meminta masyarakat tidak ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer