Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Festival Jolen, Jadi Ikon Desa Somongari

Jihan Aron Vahera • Rabu, 6 September 2023 | 18:35 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Festival Jolen Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo selalu menyedot perhatian masyarakat. Terbukti, di Festival Jolen tahun ini masyarakat memadati jalan di setiap rute kirab budaya. 
Acara dua tahunan Desa Somongari itu diadakan setiap bulan Safar di Selasa Wage dan sudah menjadi event wisata budaya rutin. Gaungnya sudah sampai ke luar daerah sehingga menjadi daya tarik wisatawan.


Festival Jolen kali ini diawali dengan malam tirakatan pada Senin (4/9/2023) malam. Kemudian, kemarin (5/9) ada agenda seperti kirab budaya, kenduri budaya, pentas tayub, bazzar UMKM, special performance Dewi Sri Somongari, hingga pentas kesenian.


Agenda yang selalu ditunggu-tunggu adalah kirab budaya, peserta kirab menyusuri desa sejauh 6 kilometer dengan membawa jolen. Setiap satu jolen akan diarak dengan cara dipanggul oleh dua warga. 


Jolen adalah gunungan yang dibuat dari anyaman daun aren dengan rangka bambu dan gedebok pisang. Di dalamnya berisi tumpengan. Sementara, di luar jolen dihias dengan hasil bumi seperti pisang, manggis, durian, duku, petai, hingga krupuk ledre khas Desa Somongari yang bisa diperebutkan warga saat jolen diarak. 


Ketua Panitia Festival Jolen Somongari Karsono saat ditemui menjelaskan, jolen berasal dari kata ojo dan lalen yang memiliki makna jangan lupa dengan sang kuasa. "Jolenan merupakan kegiatan merti Desa Somongari sebagai wujud rasa syukur dan harapan agar hasil bumi di Desa Somongari yakni manggis dan duren bisa melimpah ruah," jelasnya kemarin (5/9).

 
Karsono menyebutkan, setelah diarak, tumpeng di dalam jolen akan didoakan di depan Pesarean Eyang Gedono-Gedini (sesepuh Desa Somongari) dan bisa dinikmati oleh warga. "Ada 43 jolen yang dikirab yang dibuat oleh masing-masing RT. Di Somongari ini ada 23 RT, masing-masing RT membuat dua jolen ada yang membuat satu karena jumlah KK-nya sedikit," kata dia.


Salah satu penikmat Festival Jolen Somongari, Sulasmi. Dia datang dari desa tetangga yaitu Desa Donorejo, Kaligesing. Tak tanggung-tanggung, dia datang bersama rombongan menggunakan truk. 


"Saya senang dan rutin menonton jolenan. Beberapa tahun kemarin tidak ada jolenan, rasanya kangen suasana ramai-ramai seperti ini. Serunya saat rebutan gunungannya, katanya simbol biar mendapatkan berkah dan keselamatan," ungkap dia. 


Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan sebuah wadah untuk membina silaturahmi dan saling menghormati antar warga Somongari. "Saya sangat mengapresiasi kepada warga Desa Somongari yang masih setia dan terus melestarikan tradisi turun temurun," ujarnya.


Yuli berharap, warga Somongari dapat terus mempertahankan tradisi itu. Pun, mengemas dan mengelola festival dengan sedemikian rupa agar menjadu potensi wisata unggulan di Kabupaten Purworejo. (han/bah/din)

Editor : Satria Pradika
#Festival Jolen Somongari #Purworejo