Festival Obang-Abing Pengusir Hama, Meriah di Semarang
Meitika Candra Lantiva• Selasa, 29 Agustus 2023 | 00:39 WIB
MERIAH: Festival Obang-Abing di Desa Wisata Kandri, Kota Semarang, Minggu (28/8/2023). (NUR CHAMIM - Jawa Pos Radar Semarang)
RADAR JOGJA - Meriah, Festival Obang-Abing digelar di Desa Wisata (Dewi) Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (27/8/2023). Sekira 35 Obang-Abing diarak dan dipamerkan dari Omah Sawah menuju Omah Pintar Petani di Dewi Kandri.
Obang-Abing merupakan sebutan memedi sawah oleh masyarakat lokal di wilayah tersebut. Umumnya, Obang-abing dibuat dengan memanfaatkan jerami padi. Atau bisa juga memanfaatkan limbah tumbuhan dan membalutnya dengan kain maupun karung (bagor).
Festival ini digelar sebagai wujud syukur pengharapan warga agar panen melimpah. Sekaligus upaya melestarikan tradisi dan sarat makna, bahwa petani mampu mengusir hama tanpa menggunakan bahan kimia.
"Festival ini merupakan tradisi warga Kandri untuk kembali ke alam. Sebagai mata pencaharian warga yang mayoritasnya sebagai petani," terang Ketua Penyelenggara Festival Obang-Abing Masduki, dilansir dari Jawa Pos Radar Semarang, Senin (28/8/2023).
Menurutnya, Obang-Abing punya fungsi vitasl bagi tanaman-tanaman di sawah. Petani lokal memanfaatkan benda tersebut untuk mengusir salah satunya hama burung.
Karena, biasanya menjelang panen, burung pemakan biji-bijian banyak bermigrasi mencari pangan padi yang mulai berisi di sawah-sawah petani.
"(Adanya Obang-Abing, Red), tidak pelu memakai bahan kimia lagi (mengusir hama, Red)," katanya.
Dia menganalogikan, jika hama diberantas dengan pestisida justru akan kedatangan kembali dengan jumlah yang banyak. "Layaknya manusia ketika meninggal, mereka akan mendatangi dan mengerumuni. Berbeda jika diletakkan Obang-Abing atau jebakan di sawah," imbuhnya.
Pemasangan Obang-Abing di sawah petani, bukan sekedar memberantas hama namun juga memiliki makna mendalam agar tak sembarangan membunuh hewan karena dapat mempengaruhi keseimbangan alam.