Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Patuk, Gerbang Pertama Pariwisata Gunungkidul

Editor News • Jumat, 26 Oktober 2018 | 23:12 WIB
PANORAMA INDAH: Kawasan Gunungireng yang berada di Desa Pengkok, Patuk, Gunungkidul menyimpan potensi luar biasa. Di tempat ini sering digunakan untuk foto pre wedding bagi mereka yang hendak melangsungkan pernikahan. (ARIEF BUDIONO/RADAR JOGJA)
PANORAMA INDAH: Kawasan Gunungireng yang berada di Desa Pengkok, Patuk, Gunungkidul menyimpan potensi luar biasa. Di tempat ini sering digunakan untuk foto pre wedding bagi mereka yang hendak melangsungkan pernikahan. (ARIEF BUDIONO/RADAR JOGJA)
Patuk merupakan salah satu kecamatan di Gunungkidul yang kaya dengan berbagai potensi wisata. Di samping gunung api purba dan Embung Nglanggeran yang fenomenal, ada beberapa destinasi wisata yang potensial dikembngkan.

Antara lain Bukit Hargo Dumilah atau sekarang lebih dikenal dengan nama Bukit Bintang, Desa Wisata Bobung, penghasil kerajinan topeng kayu dan Desa Wisata Jelok. Ada pula Jurug Gedhe Ngoro- oro, Banyunibo dan lainnya.

“Tak ketinggalan Wisata Gunungireng Srumbung, Pengkok. Boleh dibilang Patuk adalah gerbang pertama wisata Gunungkidul dari Jogja,” ungkap Anggota Komisi B DPRD DIY Arief Budiono, Kamis (25/10).

Photo
Photo
Arief Budiono (ISTIMEWA)

Khusus Gunungireng, Arief mengaku terkesan. Panorama alam gunung itu menyimpan kekuatan yang luar biasa. Selama ini pokdarwis desa setempat telah menggarap potensi tersebut. Gunungireng termasuk lokasi favorit untuk berbagai kegiatan.

Misalnya pre wedding atau foto persiapan pernikahan bagi pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan. Di tempat ini juga kerap digunakan wisatawan untuk menyaksikan terbitnya matahari di kala pagi atau sunrise.

Arief mengaku punya pengalaman saat pada 7 Agustus 2018 diundang warga Srumbung, Pengkok, Patuk menghadiri kirab budaya. Acara yang difasilitasi Dinas Pariwisata DIY menjadi sarana yang tepat mempromosikan potensi wisata dan budaya Desa Pengkok. Dia juga mengapresiasi telah dibangunnya berbagai sarana dan prasarana di kawasan Gunungireng oleh Dinas Pariwisata DIY. “Pendampingan dari dinas diperlukan,” harapnya.

Dikatakan, sebagai gerbang pertama, Patuk berada di posisi strategis. Potensi wisata itu harus digarap secara serius dengan melibatkan berbagai elemen.

Masyarakat, kata dia, melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis) selama ini sudah mengambil inisiatif. Mengembangkan potensi wisata tersebut dengan daya dukung yang mereka miliki.

Photo
Photo
ARIEF BUDIONO/RADAR JOGJA

“Maka dibutuhkan peran pemerintah mengambil porsi untuk mendukung, mambantu serta memfasilitasi sarana dan prasarana. Demikian pula perlu ada atraksi wisata atau event promosi wisata. Selama ini kegiatan yang digalang masyarakat masih minimalis,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, lantaran banyaknya potensi wisata di Gunungkidul, dia mengusulkan agar setiap jengkal tanah kars di Patuk dan Gunungkudul dijadikan daya tarik wisata bagi wisata domestik maupun asing. “Ini karena saking menariknya,” katanya.

Terpisah, Kepala Seksi Objek Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata DIY Wardoyo, mengatakan, destinasi wisata perlu dikolaborasi dengan atraksi wisata. “Ini agar mempunyai daya tarik bagi wisatawan,” ungkap Wardoyo.

Daya tarik itu dapat dilakukan dengan mengembangkan kegiatan seni budaya. Selama ini, seni budaya terbukti menjadi sebagai salah satu daya tarik wisata di DIY. "Kita semua tahu bahwa DIY merupakan provinsi yang kaya dengan budaya,” katanya. (kus/er/mo1) Editor : Editor News
#Pariwisata #Patuk