Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Branding Pasar Ramadan Besole Wonosari Berhasil Tarik Pengunjung untuk Berburu Takjil

Yusuf Bastiar • Senin, 9 Maret 2026 | 21:45 WIB

 

JADI JUJUKAN: Pasar Ramadan Besole ramai dikunjungi orang muda untuk berburu takjil saat menjelang waktu berbuka puasa.
JADI JUJUKAN: Pasar Ramadan Besole ramai dikunjungi orang muda untuk berburu takjil saat menjelang waktu berbuka puasa.

GUNUNGKIDUL - Suasana berburu takjil mewarnai sore hari di kawasan Pasar Ramadan Besole, Wonosari. Puluhan pedagang menjajakan berbagai menu takjil yang menarik minat warga, terutama kalangan anak muda.

Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan, Pasar Ramadan Besole merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah merelokasi pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Baron. Menurutnya, konsep pasar tersebut memang dikemas khusus selama Ramadan dengan melibatkan sekitar 60 pedagang.

“Konsepnya memang kita branding sebagai Pasar Ramadan. Saat ini ada sekitar 60 pedagang yang berjualan di sana,” jelasnya Senin (9/3).

Ia mengakui, pasar tersebut tidak sepenuhnya bertujuan menciptakan keramaian. Tetapi lebih kepada memberikan ruang bagi pedagang untuk berjualan dengan tertib. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, kata dia, juga melibatkan seniman dalam pengembangan konsep pasar tersebut agar memiliki daya tarik bagi masyarakat.

“Awalnya sekitar 20 pedagang, sekarang sudah berkembang. Segmennya memang anak-anak muda,” katanya.

Ke depan, Pemkab Gunungkidul akan merumuskan konsep lanjutan agar Pasar Besole tetap dapat dimanfaatkan setelah Ramadan berakhir. “Kami akan memikirkan keberlanjutan pasar ini. Branding-nya seperti apa ke depan akan terus kami kembangkan agar tetap berjalan,” sebutnya.

Sementara itu, pengunjung Pasar Ramadan Besole Nur Azizah mengaku, sengaja datang ke Pasar Ramadan Besole setelah melihat keramaian lokasi tersebut di media sosial.

“Saya sudah tahu sejak awal Ramadan. Lihat dari story teman katanya ramai, akhirnya saya penasaran datang ke sini,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Azizah, mayoritas pengunjung yang datang pada sore hari didominasi kalangan muda yang berburu takjil. Beragam pilihan menu yang dijual pedagang membuat kawasan tersebut ramai menjelang waktu berbuka. “Jadi nuansa Ramadan terasa sekali,” katanya.

Ia mengaku membeli beberapa menu ringan untuk berbuka puasa seperti otak-otak dan es buah. Sementara untuk makanan berat, dia memilih memasaknya sendiri di rumah. “Kalau makanan berat sudah masak di rumah, tapi untuk takjil biasanya beli di sini. Pilihannya banyak,” tambahnya.

Azizah berharap, Pasar Ramadan Besole dapat terus digelar setiap tahun dengan konsep yang lebih menarik. Sehingga semakin banyak masyarakat yang datang. “Harapannya tetap ada di tahun-tahun berikutnya dan bisa dikemas lebih menarik lagi agar makin ramai,” ujarnya.

Ramainya pengunjung turut membawa berkah bagi para pedagang. Salah satunya Nur Aisyah yang menjual pentol di kawasan tersebut. Biasanya, Aisyah berjualan di pinggir jalan. Namun, selama Ramadan ia memilih membuka lapak di Pasar Ramadan Besole karena dinilai lebih ramai pembeli.

Dia mengaku, momentum Ramadan membuat omzet jualannya meningkat hingga dua kali lipat. Dalam sehari, dia bisa mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Lumayan buat tabungan dan persiapan Lebaran. Meski bukan pegawai, tapi bisa dapat ‘THR’ dari jualan di pasar Ramadan ini,” kelakarnya. (bas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja #Gunungkidul #Pasar Besole #pasar ramadan #berburu takjil #branding #Pasar Ramadan Besole