RADAR JOGJA - Fenomena turunnya kabut tebal di perairan selatan Gunungkidul makin sering terjadi selama masa kemarau panjang tahun ini. Nelayan pun diimbau lebih waspada. Karena kabut tebal bisa terjadi kapan saja.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron Marjono mengatakan, kabut tebal dengan durasi lama sering muncul di Pantai Selatan Gunungkidul.
"Bulan ini tercatat kabut tebal muncul lebih dari tiga kali. Tidak hanya siang, malam juga turun," kata Marjono.
Kata dia, fenomena ini tahun-tahun sebelumnya belum pernah ditemui. Sekarang muncul bersamaan dengan El Nino atau kemarau panjang yang tidak biasa.
Baca Juga: Lima Kapanewon Penghasil Padi Terbesar se- Gunungkidul
Sebelumnya, Prakirawan Stasiun Meteorologi Jogjakarta Arum Adha Larasati mengatakan, fenomena kabut yang terjadi disebabkan karena suhu dingin di Jogjakarta.
"Bagian selatan pada pagi hari dan didukung dengan kelembaban yang tinggi sehingga proses kondensasi berupa pembentukan butiran uap air melayang di udara," kata Arum Adha Larasati.
Diakui, kondisi kabut tebal membuat jarak pandang secara mendatar berkurang. Menjelang siang kabut mulai menghilang dikarenakan suhu udara sdh meningkat. (gun)
Editor : Heru Pratomo