Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terseret Isu Pelecehan, Mohan Hazian Dikeluarkan dari Thanksinsomnia

Magang Radar Jogja • Rabu, 11 Februari 2026 | 13:56 WIB
Mohan Hazian terseret isu pelecehan seksual.
Mohan Hazian terseret isu pelecehan seksual.

 

RADAR JOGJA - Warganet tengah diramaikan oleh isu tak sedap yang menyeret nama besar dari industri fashion lokal yang cukup terkenal.

Mohan Hazian, pemilik brand streetwear lokal yang cukup ternama, Thanksinsomnia, kini tengah menjadi sorotan warganet karena namanya terseret dalam tuduhan isu pelecehan seksual terhadap talent-nya.

Isu ini meledak setelah muncul tuduhan pelecehan seksual yang dialami oleh seorang talent dari Thanksinsomnia.

Bermula dari sebuah utas panjang yang ditulis oleh akun @aarummanis pada (8/2/2026), postingan ini langsung viral dan telah dilihat lebih dari 16,5 juta kali.

Publik pun bereaksi keras terhadap munculnya tuduhan ini, warganet mendesak adanya kejelasan dalam kasus ini dan kemudian menyudutkan salah satu brand lokal, Thanksinsomnia dan pemiliknya, yaitu Mohan Hazian.

Kronologi Pelecehan Versi Korban


Berdasarkan penuturan @aarummanis, kejadian bermula pada bulan Mei 2025 saat ia menjadi talent model untuk sesi foto dan video dari brand lokal yang memiliki owner dengan inisial M.

Awalnya, proses sesi pemotretan yang melibatkan dua fotografer (termasuk owner brand berinisial M) berjalan dengan normal tanpa kendala.

Situasi berubah ketika sesi pemotretan selesai, M awalnya mengajak korban untuk makan di suatu tempat di luar.

Namun, alih-alih keluar ke suatu tempat makan, korban justru dibawa kembali ke tempat pemotretan.

Pada saat itu korban ditinggal sendiri hanya bersama M.

Baca Juga: Jadwal Kick Off Uji Coba Kedua Timnas Indonesia vs China, Mampukah Garuda Muda Balas Dendam?

Mulai dari sini, korban mengaku, M mulai melancarkan aksi pelecehan terhadapnya.

Meski korban dengan tegas menolak dan melawan, M tetap melakukan tindakan pelecehan seperti mencium korban tanpa persetujuan hingga tindakan tidak pantas lainnya.

Dalam utasnya, korban menuliskan, pada saat itu, dirinya sudah merasa putus asa dan tidak bisa melakukan apapun.

“Saya pada saat itu sudah dissociating dan tidak bisa melawan lagi. Saya hanya berpikir bahwa saya akan diperkosa saat itu,” tulis @aarummanis dalam postingan tersebut.

Korban juga mengungkapkan kepasrahannya mengenai dampak yang ia rasakan dari kasus pelecehan ini.

"Saya tidak meminta kalian mencari orang tersebut, atau saya tidak meminta ada keadilan karena saya sudah terlalu pesimis, saya tidak punya bukti. Saya hanya punya luka dan memori. Sampai saat ini, saya masih menyalahkan diri saya sendiri."

Postingan X tersebut kemudian menyita perhatian warganet yang kemudian mulai menyudutkan beberapa pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini.

Klarifikasi dari Pihak Thanksinsomnia


Merespons kegaduhan yang terjadi, manajemen Thanksinsomnia bergerak cepat untuk mengklarifikasi isu ini.

Melalui akun Instagram resminya pada Senin malam (9/2/2026), pihak manajemen mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu tersebut.

Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh Komisaris Thanksinsomia, Ferdiansyah (Goban), manajemen menegaskan bahwa kasus ini adalah masalah pribadi Mohan Hazian.

Meski demikian, brand tersebut kemudian mengambil langkah untuk memutus hubungan kerja.

Pihak manajemen menyatakan secara resmi menonaktifkan Mohan Hazian dari segala aktivitas, kerjasama maupun kepemilikan nama brand Thanksinsomnia terhitung sejak tanggal pernyataan tersebut diterbitkan.

Bantahan dan Permintaan Maaf Mohan Hazian


Setelah banyak disudutkan oleh publik, Mohan Hazian akhirnya buka suara pada Selasa (10/2/2026) pagi melalui unggahan Instagram pribadinya.

Dalam pernyataan tersebut, Mohan memutuskan untuk membatalkan agenda konferensi pers yang rencananya digelar pada Selasa, 10 Februari 2026 pukul 20.00 WIB.

Mohan memilih menyampaikan klarifikasinya secara tertulis dengan harapan dapat berbicara lebih jujur, tenang, dan penuh rasa hormat kepada semua pihak.

Mohan kemudian menyampaikan permintaan maaf terbuka atas kegaduhan yang timbul beberapa hari terakhir.

"Saya menyadari bahwa situasi ini telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan luka bagi banyak orang. Untuk itu, dari hati yang paling dalam, saya memohon maaf," ungkapnya.

Terkait inti tuduhan pelecehan yang ramai beredar, Mohan membantah keras narasi pemerkosaan yang dituduhkan kepadanya.

"Saya juga menyadari bahwa sebagai manusia saya memiliki banyak kekurangan dan pernah mengambil keputusan di masa lalu yang tidak bijak serta berdampak luas, namun yang harus saya garis bawahi saya tidak seperti yang dituduhkan, saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapapun," tegas Mohan.

Lebih lanjut, Mohan juga meminta kebijaksanaan publik dalam menanggapi ketidakpastian informasi yang beredar di media sosial.

"Saya berharap ruang publik dapat melihat persoalan ini secara jernih, adil, dan tidak hanya berdasarkan pada informasi yang belum terverifikasi sepenuhnya, karena tidak semua yang beredar menggambarkan kenyataan secara utuh."

Menutup klarifikasinya, Mohan menyatakan kesiapannya menerima konsekuensi berat, termasuk kehilangan pekerjaan dan kepercayaan publik, sebagai bentuk pembelajaran dan pertanggungjawaban dirinya. (Aqbil Faza Maulana)

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#mohan hazian #Thanksinsomnia #Isu Pelecehan