Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ramai di Media Sosial, Giveaway Willie Salim dan Toni Cu Disebut Settingan

Magang Radar Jogja • Senin, 26 Januari 2026 | 11:30 WIB
Konten giveaway Willie Salim dan Toni Cu menuai perbincangan warganet setelah muncul pengakuan pihak yang mengaku terlibat dalam proses pembuatan konten.
Konten giveaway Willie Salim dan Toni Cu menuai perbincangan warganet setelah muncul pengakuan pihak yang mengaku terlibat dalam proses pembuatan konten.

RADAR JOGJA - Konten giveaway melibatkan kreator Willie Salim dan Toni Cu ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul dugaan bahwa konten tersebut merupakan hasil pengaturan atau settingan.

Isu ini mencuat dalam beberapa hari terakhir usai beredarnya pengakuan seorang talent yang mengaku pernah terlibat dalam proses pembuatan konten tersebut.

Hal ini memicu berbagai respons dan perbincangan warganet di berbagai platform digital.

Isu dugaan konten giveaway yang melibatkan kreator konten Willie Salim dan Toni Cu menjadi sorotan publik setelah seorang saksi mengungkapkan pengalamannya dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Denny Sumargo.

Dalam pembicaraan tersebut, saksi bernama Rizki serta kreator lain, Ehon Michael, memaparkan dugaan bahwa beberapa konten giveaway yang ditayangkan telah melalui proses pengaturan atau settingan sebelum direkam dan diunggah ke platform digital.

Menurut penelusuran Ehon Michael yang dikutip oleh media tersebut, terdapat kejanggalan dalam sejumlah video, termasuk kemunculan talent atau pemeran yang sama dalam berbagai konten berbeda.

Selain itu, ada indikasi bahwa hadiah yang dijanjikan dalam konten tidak selalu sesuai dengan kondisi lapangan, di mana para pemenang terkadang diwajibkan hadir di lokasi tertentu atau membuat konten kolaborasi agar bisa mencairkan hadiah tersebut.

Dugaan settingan semakin menguat setelah beberapa pihak menyampaikan pengakuan tentang pengalaman mereka dalam pembuatan konten tersebut.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa seorang pria yang pernah ikut dalam video giveaway mengaku menerima hadiah tunai di depan kamera, namun sejumlah sumber menyatakan hadiah tersebut kemudian tidak benar-benar menjadi miliknya, dan kompensasi yang diterima justru berbeda dari yang ditampilkan dalam konten.

Melansir pada Suara, menanggapi hal tersebut Willie Salim telah memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun media sosialnya.

Dalam klarifikasi itu, Willie menjelaskan bahwa penggunaan storytelling, dramatization, dan re-enactment merupakan bagian dari praktik umum dalam dunia pembuatan konten digital yang bertujuan menyampaikan cerita secara menarik, dan bukan untuk menipu atau merugikan siapa pun.

“Aku jarang menanggapi isu, tapi karena ini sudah jadi konsumsi publik, aku merasa perlu meluruskan beberapa hal dengan kepala dingin. Di dunia konten, ada yang namanya storytelling, dramatization, dan re-enactment. Itu adalah format hiburan untuk menyampaikan cerita, bukan niat untuk menipu atau merugikan siapa pun. Satu prinsip yang aku pegang: aku tidak pernah berniat membohongi soal hadiah atau merugikan orang. Kalau dalam perjalanan ada perbedaan antara yang disampaikan di konten dan yang terjadi di lapangan, itu jadi bahan evaluasi buat aku,” tulis Willie Salim pada akun pribadinya @willie27_.

Dalam pernyataannya, Willie Salim menyatakan bahwa konten yang menjadi sorotan merupakan karya lama yang dibuat pada tahun 2023, dan dirinya tidak pernah berniat membohongi publik terkait hadiah yang diberikan dalam video tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa ia terbuka terhadap kritik, namun mengingatkan agar kritik yang disampaikan tidak berkembang menjadi tindakan yang mengancam atau membahayakan keselamatan orang lain.

“Konten yang banyak dibahas merupakan konten di tahun 2023, dan itu bagian dari proses belajar aku. Aku terbuka terhadap kritik. Tapi ada satu batas yang menurut aku tidak boleh dilewati: ketika kritik berubah menjadi doxxing, penyebaran data pribadi, atau tindakan nyata mendatangi rumah seseorang hingga membuat orang merasa terancam dan tidak aman di ruang hidupnya sendiri. Itu bukan lagi kritik, itu sudah membahayakan orang lain. Beberapa tahun terakhir fokus aku berkarya adalah menghibur sekaligus memberi dampak positif, lewat konten sosial, bantuan, dan hal-hal yang bermanfaat. Aku memilih fokus berkarya dan melanjutkan hal-hal yang bermanfaat. Untuk hal-hal yang bersifat sensitif, aku mengikuti proses yang berlaku secara profesional,” tuntas tulisan Willie.

Isu tersebut mendapatkan komentar beragam dari warganet. Banyak dari warganet yang setuju tentang bagaimana cara Ehon membongkar kejanggalan dalam video-video giveaway tersebut.

“Bintang tamunya tidak ingin masyarakat dibodohi oleh konten2 giveaway,” tulis @handriassetiawan5384.

“Gw suka orang kaya gini !! menyelamatkan asumsi masyarakat tentang giveaway fake,” tulis @NandyOfficial12. (Salwa Caesy)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Toni Cu #willie salim #podcast #denny sumargo #media sosial #giveaway Willie Salim #Settingan