RADAR JOGJA - Di era digital saat ini, food vlogger telah menjadi fenomena yang tak terhindarkan di media sosial.
Mereka berbagi pengalaman kuliner dengan mengulas makanan dan minuman, serta memberikan penilaian terhadap tempat makan yang mereka kunjungi.
Tak jarang, food vlogger juga mendatangi restoran atau kafe yang sedang viral, menarik perhatian banyak penggemar kuliner.
Namun, baru-baru ini, dunia food vlogging dihebohkan dengan berita salah satu food vlogger yang terblacklist.
Warganet pun bertanya-tanya apa penyebab di balik keputusan tersebut.
Salah satu akun Twitter, @txtdrkuliner, mengunggah screenshot seruan blacklist dari sebuah perusahaan FnB di Jogja pada 1 Oktober 2024.
Unggahan ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Akun lain, @javafoodie_, menjelaskan kronologi peristiwa yang menyebabkan food vlogger tersebut terblacklist.
Menurut penjelasan akun tersebut, food vlogger yang dimaksud, yang diketahui bernama @DebiPRT_, dianggap telah memberikan review negatif yang merugikan warung yang sudah lama berdiri, yaitu Rawon Mamiku.
Rawon Mamiku merupakan restoran legendaris di Jogja yang telah beroperasi sejak tahun 2005 dan dikenal sebagai salah satu tempat makan andalan bagi para penggemar kuliner.
Namun, dalam review yang dibuat oleh @DebiPRT_, terdapat penilaian yang dinilai menjatuhkan dan tidak pantas, sehingga berdampak buruk bagi reputasi warung tersebut.
Akibat dari review tersebut, warung Rawon Mamiku bahkan terpaksa tutup hingga saat ini.
Hal ini menimbulkan reaksi keras dari warganet yang merasa perlu untuk mendukung usaha kecil dan mengingatkan agar para food vlogger lebih bertanggung jawab dalam memberikan penilaian.
Kejadian ini menunjukkan bahwa meskipun food vlogger memiliki pengaruh besar dalam mempromosikan kuliner, mereka juga harus sadar akan dampak dari kata-kata dan penilaian mereka.
Dengan kekuatan yang besar, datang pula tanggung jawab untuk tidak merugikan orang lain, terutama para pelaku usaha kecil yang berjuang untuk bertahan di tengah persaingan yang ketat.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih bijak dalam menggunakan platform media sosial dan mendukung usaha lokal dengan cara yang positif.
Mari kita ciptakan komunitas yang saling mendukung dan menghargai usaha keras para pengusaha kuliner! (Martinus Jonathan Nainggolan)
Editor : Meitika Candra Lantiva