Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru 50 Persen Pelaku UMKM di Kota Jogja Manfaatkan Pemasaran Digital, Ini Kendalanya

Iwan Nurwanto • Kamis, 26 Maret 2026 | 19:55 WIB

 

 

Suasana pelatihan visual branding untuk pemasaran digital pelaku UMKM yang digelar di Kantor Bank Jogja Cabang Patangpuluhan, Kamis (26/3/2026).
Suasana pelatihan visual branding untuk pemasaran digital pelaku UMKM yang digelar di Kantor Bank Jogja Cabang Patangpuluhan, Kamis (26/3/2026).

 

 

 

 

JOGJA - Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja mencatat persentase pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang memaksimalkan platform digital untuk branding dan pemasaran belum terlalu besar. Jumlahnya sekitar lima puluh persen dari total 6.835 pelaku usaha yang sudah teridentifikasi.

 

 

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Jogja Bebasari Sitarini mengatakan, faktor usia dan belum adanya kemauan pelaku usaha untuk berproses menuju digitalisasi menjadi kendala utama yang dihadapi. Meskipun sebenarnya akses ke perangkat digital saat ini cukup mudah.

 

 

Sita sapaannya menyampaikan, kurangnya pemahaman tentang pemasaran digital di pelaku UMKM karena mayoritas pelaku usaha berusia lanjut. Lalu juga berasal dari kalangan ibu-ibu rumah tangga yang jarang menggunakan perangkat digital seperti smartphone dan komputer.

 

 Baca Juga: Pergerakan Wisatawan di Sleman Tembus 188 Ribu, Dinas Pariwisata Optimistis Bisa Penuhi Target

Dia memastikan, pihaknya akan terus menggenjot digitalisasi UMKM. Salah satu tahapannya dengan melakukan verifikasi terhadap pelaku usaha. Hingga tahun 2025 sudah ada 24.124 usaha yang sudah terverifikasi dan diarahkan seluruhnya supaya merambah pemasaran digital melalui Jogja Smart Service (JSS).

 

 

“Karena UMKM harus bisa mengikuti era zaman, kalau mereka tidak mengikuti perkembangan yang saat ini atau hanya offline saja, maka tidak akan berkembang,” ujar Sita saat ditemui di Kantor Bank Jogja, Kamis (26/3/2026).

 

 

Mantan Kepala Bidang Koperasi itu menambahkan, bahwa Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja juga berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pelatihan bagi pelaku usaha. Bisa dengan universitas atau perbankan.

 Baca Juga: Bupati Gunungukidul Endah Subekti Pastikan Tak Akan Beli Mobil Dinas Baru, Anggaran Rp 1,5 miliar Dialihkan untuk Perbaikan Infrastruktur Jalan

 

Sita yakin, melalui berbagai program pelatihan para pelaku UMKM di Kota Jogja nantinya akan berkembang. Minimal, tidak hilang karena tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya pemasaran digital.

 

 

“UMKM bisa mengembangkan produknya dengan branding yang sudah ada itu lewat medsos, lewat status WA, Instagram, dan sebagainya,” bebernya.

 

 

Sementara itu, Direktur Operasional dan Bisnis PT. BPR Bank Jogja Heri Sutanto menyatakan, pihaknya mendukung penuh pelatihan digitalisasi kepada pelaku UMKM di Kota Jogja. Salah satunya dengan menghadirkan kegiatan pelatihan yang mendatangkan praktisi ahli di bidang visual branding.

 

 Baca Juga: Miris! Penumpang Naik Lima Persen, Pedagang Terminal Dhaksinarga Justru Keluhkan Sepi Pembeli selama Periode Mudik Lebaran

Sebagai unsur perbankan, Heri memastikan bahwa Bank Jogja juga memberikan kemudahan akses modal bagi pelaku UMKM. Pada tahun 2025 total kredit yang disalurkan kepada pelaku usaha mencapai Rp 260 miliar. Pada tahun ini targetnya ditingkatkan menjadi Rp 270 miliar.

 

 

“Di tahun 2026 untuk sektor UMKM memang lebih kami fokuskan dan ekspansi lagi. Cara pendekatan ke calon debitur juga kami Perkuat,” tegas Heri. (inu)

Editor : Heru Pratomo
#Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM #Kota Jogja #Bank Jogja #UMKM