Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan Sepakat Pererat Kerja Sama Ekonomi di Tengah Tekanan Tarif AS

Bahana. • Senin, 7 April 2025 | 18:17 WIB

picture alliance / Kyodo
picture alliance / Kyodo
RADAR JOGJA  - Aliansi tak terduga muncul sebagai respons atas kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump.

Dalam sebuah langkah diplomatik dan ekonomi yang mengejutkan, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan menyepakati langkah bersama untuk memperkuat hubungan dagang dan menghadapi tekanan tarif tinggi dari Amerika Serikat.

Kesepakatan ini muncul setelah ketiga negara mengadakan dialog ekonomi trilateral pertama dalam lima tahun terakhir, yang berlangsung pada 30 Maret 2025.

Pertemuan tersebut menandai babak baru kerja sama regional, terutama dalam konteks meningkatnya tensi perdagangan global.

Ketiga negara sepakat memperkuat implementasi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan mempercepat pembahasan perjanjian perdagangan bebas trilateral yang telah lama tertunda.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah penguatan rantai pasokan dan kerja sama di sektor semikonduktor—industri strategis yang semakin krusial di tengah rivalitas teknologi antara AS dan Tiongkok.

Jepang dan Korea Selatan, yang sebelumnya sempat berselisih dalam isu ekspor bahan baku semikonduktor, kini terlihat berupaya untuk memperkuat ketahanan rantai pasokan mereka melalui diversifikasi sumber daya dan lokasi produksi.

Namun demikian, optimisme atas kesepakatan ini dibayangi oleh pernyataan juru bicara Kementerian Perdagangan Korea Selatan, yang menyebut laporan soal penentangan bersama terhadap kebijakan tarif AS “kemungkinan terlalu dibesar-besarkan.”

Meskipun hubungan ketiganya kerap diwarnai ketegangan, baik terkait sengketa wilayah maupun isu lingkungan seperti pelepasan limbah nuklir dari Fukushima, langkah ini menunjukkan bahwa kepentingan ekonomi dapat menjadi pemersatu yang kuat.

Menteri luar negeri dari ketiga negara sebelumnya juga telah bertemu pada 22 Maret 2025 untuk memperluas kolaborasi di bidang teknologi, transformasi digital, dan ekonomi hijau.

Pengumuman terbaru Presiden Donald Trump pada 2 April 2025 mengenai tarif baru yang disebutnya sebagai “hari pengecualian” tampaknya menjadi pemicu utama di balik upaya rekonsiliasi ini.

Dengan tekanan eksternal yang meningkat, negara-negara Asia Timur kini lebih terdorong untuk mencari strategi kolektif guna menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Penulis: Samil Ngirfan Al Makki

 

Editor : Bahana.
#tiongkok #perang dagang #tarif AS #Korea Selatan #jepang