BANTUL - SMPN 1 Jetis menjadi salah satu sekolah terdampak gempa bermagnitudo 6,2 yang berpusat di tenggara Pacitan, Jawa Timur.
Plafon di tujuh ruang kelas lantai dua sekolah itu ambrol. Selain itu, aula, halaman lantai dua, ruang laboratorium komputer, dan bahasa juga terdampak plafon yang ambrol.
Kepala Sekolah SMPN 1 Jetis Muhammad Wantoro mengatakan, total plafon yang ambrol 139 buah. Selain plafon, retakan kecil di beberapa dinding ruangan juga terlihat.
"Tapi alhamdulilah pagi tadi sudah kita bersihkan dan jam pertama sudah bisa digunakan untuk pembelajaran,” jelasnya saat ditemui di SMPN 1 Jetis, Jumat (6/2/2026).
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Olahraga, dan Kepemudaan (Dikpora) Bantul, bahwa ruang kelas SMPN 1 Jetis masih layak digunakan untuk pembelajaran mengajar dan terlihat tidak membahayakan siswa, walaupun beberapa plafon telah ambrol.
“Nominal kerusakan kisaran Rp 200 juta,” katanya.
Ia mengatakan, kerusakan ringan akan diperbaiki sendiri, sedangkan untuk perbaikan kerusakan yang cukup besar pihaknya masih menunggu anggaran, karena kerusakan tersebut bersifat darurat. Maka dari itu, belum tersedia anggaran.
"Mungkin akan kita anggarkan dari BOS atau Bosda. Syukur-syukur dari dinas atau BPBD ada anggaran untuk membantu kami, kami akan sangat berterima kasih,” harapnya.
Sementara itu, siswa kelas 8 Aulina Anjani merasa terganggu terdapat plafon yang ambrol di kelasnya. Namun ia mengaku masih bisa fokus belajar.
"Harapannya cepat bisa diperbaiki biar siswa bisa lebih fokus belajar,” harap siswa berumur 15 tahun itu.
Terpisah, Sekda Bantul Agus Budi Rahardjo mengatakan, BPBD bersama Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul akan mengidentifikasi dan menghitung kerusakan di SDN Jetis dan SMPN 1 Jetis akibat dampak gempa untuk segera diperbaiki.
Agar tidak mengganggu layanan pendidikan dan proses belajar mengajar. "Tidak boleh layanan pendidikan terhenti karena peristiwa ini," tuturnya. (cin/laz)
Editor : Herpri Kartun