Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bakteri E-Coli pada Nasi menjadi Pemicu Keracunan MBG di Jetis

Cintia Yuliani • Selasa, 18 November 2025 | 19:01 WIB

FOTO: Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Bantul Hermawan Setiaji
FOTO: Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Bantul Hermawan Setiaji
BANTUL - Bakteri E-Coli yang berada di dalam nasi pada makan bergizi gratis (MBG) ternyata menjadi pemicu keracunan 237 siswa dari lima sekolah di SMAN 1 Jetis, SMPN 3 Jetis, SMP Muhammadiyah Pulokasang, SDN 2 Bakulan, dan SMPN 1 Jetis.

Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Bantul Hermawan Setiaji mengatakan, temuan bakteri E-Coli pada nasi MBG yang dikonsumsi siswa dari lima sekolah diduga terjadi karena makanan dikonsumsi melebihi batas waktu aman.

Makanan matang yang dibiarkan lebih dari empat jam di suhu ruang berpotensi mengalami kontaminasi bakteri

“Atau karena makanan masih panas sudah ditutup,” jelasnya saat dihubungi lewat telepon Selasa (18/11).

Hingga kini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberagung masih belum beroperasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul meminta SPPG tersebut memenuhi seluruh standar yang ditetapkan, salah satunya memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Lanjutnya, SPPG Sumberagung akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) Bantul untuk dilakukan pengecekan dan penilaian, sekaligus memastikan apakah sudah memiliki SLHS atau belum.

“Saya belum cek lokasi tersebut, sudah terbit SLHS-nya atau belum,” katanya.

Ia memastikan, dari total 105 SPPG di Bantul, baru lima di antaranya yang telah mengantongi SLHS.

Menyusul kejadian tersebut, pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG di Bantul Jumat (20/11), guna memastikan kasus serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Widiyanta mengatakan, SPPG Sumberagung maupun SPPG yang ada di Bantul diminta untuk meningkatan higiene personal penjamah makanan. Selalu lakukan pemantauan dan pembinaan ke penjamah makanan.

Pastikan penjamah makanan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum menyentuh bahan pangan. Serta penyimpanan makanan matang di suhu kamar tidak lebih dari empat jam.

“Lalu rutin mengontrol waktu distribusi makanan ke penerima manfaat tidak lebih dari empat jam, dan juga sanitasi lingkungan SPPG harus selalu terjaga,” jelasnya. (cin)

Editor : Bahana.
#keracunan mbg #Mbg #bakteri #bakteri e coli