Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Karya Seni Akan Abadi dan Menginsipirasi jika Diarsipkan

Wulan Yanuarwati • Selasa, 19 September 2023 | 04:17 WIB
DOKUMEN: Menkbudrisrek Nadiem Makarim menyambangi Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) Jogja disambut Ketua Pembina Yayasan PSBK Butet Kartaredjasa Senin (18/9). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
DOKUMEN: Menkbudrisrek Nadiem Makarim menyambangi Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) Jogja disambut Ketua Pembina Yayasan PSBK Butet Kartaredjasa Senin (18/9). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

BANTUL - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Makarim mengatakan arsip punya peran sangat penting dalam perkembangan kesenian di masa datang. Apalagi, arsip yang dimiliki oleh para Maestro Seni di Indonesia.

"Karya seni akan hidup lebih lama dan mengispirasi generasi berikutnya jika didokumentasikan dengan baik," ujar Nadiem Makarim saat menyambangi Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) Jogja, Senin (18/9/2023).

Menurut figur yang akrab disapa Mas Menteri Nadiem itu, Kemendikbudristek selama tiga tahun terakhir tengah membenahi sistem pendataan kebudayaan. Yakni, melalui Data Pokok Kebudayaan, tujuannya agar lebih mudah diakses dan memberikan manfaat lebih luas kepada khalayak.

"Dana Indonesiana sebagai Merdeka Belajar episode kedelapan belas pun memberikan anggaran untuk kategori Kategori Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro," imbuhnya.

Maka, Mendikbudristek mendorong para pelaku seni dan budaya khususnya di Jogja agar memanfaatkan Dana Indonesiana. Skema dana ini abadi dan hanya bisa digunakan untuk bidang kebudayaan saja. Bahkan, Dana Indonesiana tidak akan pernah berkurang namun justru terus meningkat.

Dana Indonesiana memang dirancang khusus untuk sektor kebudayaan. Sehingga hasil pengembangannya dapat digunakan oleh para pelaku seni dan budaya secara fleksibel, bahkan lintas tahun.

Ketua Pembina Yayasan PSBK Butet Kartaredjasa mengatakan pentingnya dokumentasi dan arsip seni. Apalagi, saat ini mudah sekali mendokumentasikan suatu proses dan karya seni dengan menggunakan gadget.

"Setiap melukis, kan sekarang pakai ponsel aja bisa mendokumentasi hasilnya. Hasilnya, minimal difoto aja, disimpan, judulnya apa. Sederhana. Tapi, itu nanti pada saatnya akan sangat berguna," ujarnya.

Butet menuturkan pengalaman hidupnya dari arsip. Bahwa yang menggerakkan jiwa berkesenian berasal dari arsip milik Bagong Kussudiardja. Sejak duduk di sekolah dasar (SD), Butet sudah membaca arsip seni.

"Yang akhirnya memotivasi kesenimanan saya. Saya sekolah seni dan terus bergaul, karena saya membaca arsip. Saya betul-betul merasakan kekuatan arsip itu," ujarnya.

"Saya rajin mendokumentasikan seluruh proses. Untuk apa? Untuk nanti cicit-cicit saya bisa membaca histori saya, karena itu inspirasi. Bukan hanya cicit, tapi generasi lanjutan. Lha kalau semua seniman memiliki kesadaran pendokumentasian, nilai kemanfaatannya sangat besar," lanjutnya. (lan)

 

 

Editor : Amin Surachmad
#nadiem makarim #data pokok #Bagong Kussudiardja #butet kertaredjasa