Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tradisi Masangin: Mitos Hajat Akan Terkabul Melewati Pohon Beringin Kembar di Alun-Alun Kidul Jogja

Bahana. • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 01:18 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Masangin, sering dijelaskan sebagai singkatan dari “masuk di antara dua beringin” merupakan ritual/latihan tradisional di Alun-Alun Kidul (Alkid) Jogja.

Masangin sendiri yaitu berjalan lurus melewati dua pohon beringin kembar dengan mata tertutup. Jika berhasil, maka konon keingin dan hajatnya akan terkabul.

Masangin berakar dari tradisi lama Keraton Yogyakarta, praktik topo bisu (tapa dalam keheningan) yang dilakukan pada malam 1 Suro.

Dalam tradisi itu para abdi dalem dan prajurit Keraton melakukan ritual berkeliling Keraton tanpa bicara

Salah satu bagian dari latihan adalah melintasi kedua beringin kembar di Alun-Alun Kidul sebagai upaya mencari berkah dan meminta perlindungan dari serangan musuh.

Mitos Masangin semakin kuat karena adanya kepercayaan bahwa di tengah pohon tersebut terdapat jimat tolak bala untuk mengusir musuh.

Konon, ketika tentara koloni melewati tengah pohon, maka kekuatan mereka langsung lenyap.

Dari situlah muncul juga kepercayaan siapapun yang berhasil melewati beringin kembar tersebut, ia mampu menolak bala atau musibah.

Mitos dan Daya Tarik Wisata

Mitos Masangin ini menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung dan wisatawan yang berkunjung ke area alun-alun kidul Keraton Yogyakarta.

Secara umum, cara yang biasa dilakukan pengunjung adalah dengan menutup mata sendiri maupun dibantu kain.

Pengunjung berdiri agak jauh dari celah kedua pohon, lalu mencoba berjalan lurus dan melewati celah di antara dua pohon beringin kembar tersebut.

Ada yang menjadikannya permainan, ada yang sambil mengutarakan hajat dalam hati.

Banyak yang gagal berjalan lurus sampai ke ujung karena kehilangan orientasi dan itulah yang menambah sensasi serta cerita.

Meskipun mitos Masangin kuat di masyarakat, pihak Keraton pernah menyatakan bahwa praktik Masangin yang marak di kalangan wisatawan lebih bersifat permainan modern dan tidak selalu memiliki makna filosofis mendalam.

Pernyataan ini menegaskan perbedaan antara konteks ritual tradisional dan praktik massa/rekreasi saat ini.

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos yang menyelimuti ritual masangin, tradisi ini sudah menjadi bagian dari kekayaan budaya Yogyakarta yang patut dihormati.

Tak ada salahnya jika ingin mencoba berjalan di antara dua beringin kembar itu sebagai pengalaman unik, selama dilakukan dengan sikap hormat dan tidak berlebihan.

Pengunjung diharapkan tetap menaati aturan setempat dan menjaga lingkungan sekitar.

Penulis: Ayu Andayani Saputri

Editor : Bahana.
#mitos #alkid #Alun alun Kidul Jogja #Keraton Yogyakarta #masangin #tolak bala #Jogja #malam 1 suro