Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dua Sapi Kurban di Gunungkidul Terjangkit Cacing Hati, Ribuan Lainnya Dipastikan Sehat

Y
Penulis: Yusuf Bastiar❯
Warga Tepus sedang menata daging kurban di pelataran Masjid Al Iman - Yusuf Bastiar/Radar Jogja
Warga Tepus sedang menata daging kurban di pelataran Masjid Al Iman - Yusuf Bastiar/Radar Jogja

Advertisement

 GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menemukan dua ekor sapi kurban yang terjangkit cacing hati saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban Iduladha 2026. Meski demikian, ribuan hewan kurban lainnya dipastikan dalam kondisi sehat dan dagingnya aman dikonsumsi masyarakat.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul Retno Widyastuti menghatakan, pada hari pertama penyembelihan, tercatat ada 1.775 titik lokasi penyembelihan hewan kurban di seluruh wilayah Gunungkidul.

Dari jumlah tersebut, hewan yang dipotyong meliputi 3.278 ekor sapi, 17.256 kambing, dan 1.763 domba. Total keseluruhan hewan kurban yang disembelih mencapai 22.297 ekor. Dari ribuan hewan kurban yang diperiksa, hanya ditemukan dua sapi yang mengalami cacing hati.

Advertisement

“Ada di dua lokasi, pertama di Girisubo dan di Wonosari. Masing-masing lokasi satu hewan kurban berupa Sapi,” ujar Retno kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).

Menurut dia, temuan tersebut diketahui saat petugas melakukan pemeriksaan organ dalam atau post mortem setelah penyembelihan dilakukan. Organ hati dari dua sapi tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi dan langsung diafkir. Namun, bagian organ lain maupun daging sapi dipastikan aman karena tidak ditemukan indikasi penyakit lain.

Advertisement

“Penanganannya hanya pada bagian hati yang terkena cacing. Organ lain aman dan tidak ditemukan kelainan,” ujarnya.

Retno menjelaskan, kasus cacing hati umumnya ditemukan pada sapi yang dipelihara di kawasan dekat persawahan. Selain itu, berdasarkan pantauan petugas, sebagian hewan kurban yang dipotong di Gunungkidul juga berasal dari luar daerah.

Meski ada temuan tersebut, pihaknya memastikan tidak ditemukan kasus penyakit menular lain pada hewan kurban selama proses pemantauan berlangsung.

“Kami memastikan seluruh daging kurban dari ribuan hewan yang dipotong di Gunungkidul layak konsumsi, sehat, dan aman bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain temuan cacing hati, Bidang Kesehatan Hewan DPP Gunungkidul juga mencatat satu ekor sapi untuk hewan kurban mati sebelum disembelih. Namun, kematian tersebut dipastikan bukan disebabkan penyakit.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Saat Stok Mencukupi, Harga Cabai Rawit Merah di Gunungkidul Tembus Rp 80 Ribu per Kilo

Saat Stok Mencukupi, Harga Cabai Rawit Merah di Gunungkidul Tembus Rp 80 Ribu per Kilo

Saat Stok Mencukupi, Harga Cabai Rawit Merah di Gunungkidul Tembus Rp 80 Ribu per Kilo

Harga Pedet Mahal, Peternak di Gunungkidul Ikut Tunda Beli Sapi Bakalan untuk Kurban

Harga Pedet Mahal, Peternak di Gunungkidul Ikut Tunda Beli Sapi Bakalan untuk Kurban

Persiapan ternak untuk memenuhi kebutuhan kurban Idul Adha 2027 di Gunungkidul mulai menghadapi kendala. Sejumlah peternak belum kembali membeli sapi bakalan setelah menjual ternaknya. Mahalnya harga sapi dan ...

Momentum Idul Adha, Jasa Penggilingan Daging di Kulon Progo Laris Manis

Momentum Idul Adha, Jasa Penggilingan Daging di Kulon Progo Laris Manis

Momentum Idul Adha, minat masyarakat untuk menggilingkan daging kurban tinggi. Hal ini dirasakan Pemilik Depot Giling Utara Terminal Wates Ichwanudin. Ia mengaku, penggilingannya ramai. Bahkan melonjak tiga kali lipat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer