Namun, kini ada pilihan lain yang tak kalah menarik bagi wisatawan, yakni Ruang Literasi Kaliurang.
Ruang Literasi Kaliurang hadir sebagai destinasi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengisi waktu liburan dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
Di sini, pengunjung bisa menikmati beragam koleksi buku mulai dari fiksi, nonfiksi, sastra, hingga bacaan popular.
Berada di Jalan Bendosari, Harjobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman sekitar 30 menit dari pusat Kota Jogja Ruang Literasi Kaliurang menyuguhkan suasana nyaman di kaki Gunung Merapi yang adem dan asri.
Tempat ini buka setiap hari antara pukul 09.00/09.30 hingga 21.00 WIB, menjadikannya pilihan ideal untuk sejumlah kegiatan mulai dari pagi hingga malam hari.
Awalnya, RLK merupakan perpustakaan pribadi milik Willy Aditya, Ketua Komisi XIII DPR RI yang juga seorang pegiat literasi.
Ia kemudian menyulap rumah pribadinya menjadi ruang baca terbuka untuk publik.
Resmi dibuka sejak Februari 2025, RLK kini menjadi salah satu destinasi literasi baru di Jogja yang langsung menyedot perhatian masyarakat.
Selain perpustakaan, RLK juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung.
Ada pendopo berkapasitas 50–65 orang, serta plaza outdoor yang mampu menampung hingga 100 orang.
Area ini bisa digunakan untuk seminar, pertunjukan seni, maupun pameran komunitas. Dengan suasana terbuka di tengah alam, kegiatan terasa lebih hidup dan inspiratif.
Tak hanya itu, terdapat pula ruang diskusi atau bioskop mini dengan kapasitas 30–40 orang.
Ruang ini sering dimanfaatkan untuk pemutaran film edukatif maupun workshop kecil.
Sementara bagi anak-anak, disediakan Ruang Anak yang dipenuhi buku cerita, alat bermain, dan fasilitas kreatif untuk mendukung kegiatan belajar yang menyenangkan.
Yang menarik, seluruh fasilitas di RLK bisa diakses secara gratis. Masyarakat bebas membaca buku, berdiskusi, atau sekadar bersantai di tempat ini.
Namun, jika komunitas ingin mengadakan acara khusus, mereka perlu mengajukan permohonan minimal 10 hari sebelumnya. Dengan sistem ini, RLK tetap tertata namun tetap terbuka bagi publik.
Sejak dibuka, RLK sudah menjadi pusat kegiatan literasi dan komunitas. Berbagai acara seperti klub buku, diskusi sastra, hingga pelatihan menulis digelar secara rutin.
Suasana inklusif yang dihadirkan membuat siapa pun merasa diterima, tanpa memandang latar belakang sosial atau usia.
Penulis: Adella Haviza
Editor : Bahana.