Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengunjungi Bukit Tompak di Piyungan, Bantul Ada Kaitannya dengan Pangeran Diponegoro

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 3 Agustus 2025 | 14:55 WIB

 

Bukit Tompak Piyungan Bantul
Bukit Tompak Piyungan Bantul
 

 

BANTUL - Bagi kalangan pesepeda Bukit Tompak di Piyungan, Bantul sejak lama sudah menjadi salah satu tujuan. Karena menawarkan spot terbaik untuk menikmati keindahan sunset.

Hal itu bermula dari inisiatif warga setempat yang melihat potensi panorama alam yang indah. Bukit Tompak menjadi magnet baru bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan matahari terbenam.

Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bukit Tompak Suyisdi Atmojo menceritakan, awalnya Bukit Tompak tercipta secara spontan. Warga setempat menyadari banyaknya pengunjung yang naik ke puncak bukit untuk menikmati keindahan matahari terbenam dengan pemandangan alam yang indah.

Warga pun bergotong-royong membangun fasilitas sederhana seperti area parkir dan joglo agar para pengunjung merasa lebih nyaman. Selain pesona alamnya yang indah, inisiatif masyarakat untuk membuat destinasi wisata Bukit Tompak ini berdekatan dengan beberapa tempat bersejarah lainnya, seperti Wisata Religi Sumur Bandung dan Gua Kamal.

Sumur Bandung dikenal sebagai peninggalan Sunan Keseng, sementara Gua Kamal adalah tempat yang pernah digunakan Pangeran Diponegoro. Keberadaan ketiga destinasi ini saling mendukung, menciptakan sebuah kawasan wisata yang kaya akan nilai sejarah dan budaya.

"Sejarahnya seperti itu, sehingga inilah Bukit Tompak kami buat awalnya karena untuk mendukung dari sumur Bandung dan Gua Kamal," jelasnya saat ditemui Radar Jogja di sekitaran Bukit Tompak, Jumat (1/8).

Meski sudah berjalan selama lima tahun, akan tetapi para wisatawan tak perlu khawatir untuk berkunjung ke destinasi Bukit Tompak ini. Sebab retribusi atau biaya masuk masih digratiskan.

Tetapi jika ada pengunjung yang ingin menyewa joglo untuk acara akan dikenakan biaya seikhlasnya sebagai kas. "Banyak anak-anak kampus yang sering bikin kegiatan di sini," cetus Suyisdi.

 

Menurut Suyisdi, para pengunjung Bukit Tompak ini lebih banyak datang di waktu sore hari, terutama saat akhir pekan, untuk menikmati udara sejuk dan pemandangan matahari terbenam yang memukau.

Bahkan, pada masa akhir pandemi Covid-19, Bukit Tompak menjadi lokasi favorit bagi para pesepeda. "Kebanyakan pengunjung berasal dari lokal Jogja, tapu jarang ada juga wisatawan dari luar daerah yang datang," katanya.

Sebagai pengelola, Suyisdi sangat berharap supaya ke depannya Bukit Tompak ini dapat terus berkembang. Salah satu cita-cita yang diimpikan adalah adanya investor yang tertarik untuk memajukan tempat ini.

"Harapannya ke depan, tempat ini bisa menunjang perekonomian masyarakat, misalnya dengan adanya kuliner yang dikelola oleh perintis-perintis awal," cetusnya. (ayu/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Bukit Tompak #pokdarwis #sunset #pesepeda #Pangeran Diponegoro #Piyungan Bantul