GUNUNGKIDUL - Pantai Siung yang terletak di Kapanewon Tepus tak hanya menyuguhkan deburan ombak dan hamparan pasir putih.
Lebih dari itu, kawasan ini menyimpan rute hiking dan trekking yang unik, menyusuri tebing-tebing pantai menuju Bukit Pengilon.
Sensasinya seperti berjalan di pegunungan, namun diiringi birunya samudera yang membentang di sisi jalur.
Baca Juga: Melawan Madura United Penentuan Nasib di Liga 1, PSS Sleman Wajib Menang, Seri pun Tak Boleh
Rute yang ditempuh kurang lebih sejauh 1,5 kilometer dari Pantai Siung ke Bukit Pengilon, atau bisa diperpanjang hingga 3 kilometer menuju Pantai Wediombo.
“Perjalanan hiking dari Pantai Siung seperti berlari atau jalan kaki di atas laut,” ujar seorang perempuan hiker asal Bantul, Fanti Aldesia Hafild, Jumat (23/5/2025).
Bagi Fanti, Pantai Siung bukan sekadar tempat menikmati panorama pantai. Ia justru tertarik dengan keunikan jalur hiking-nya yang menawarkan pengalaman ganda, menyatu dengan alam perbukitan sekaligus laut.
Baginya, ia akan cepat merasa bosan jika hanya menikmati keindahan pantai tanpa melakukan aktivitas lain.
“Seperti hiking di pegunungan, tapi di sini ada lautan membentang,” ujarnya.
Dalam perjalanan menuju Bukit Pengilon, dia bersama temannya melewati jalan setapak di atas tebing, menjumpai nelayan tengah melaut, hingga bertemu petani dan kawanan sapi di ladang warga.
Tak hanya itu, kebun-kebun warga selama perjalanan membuat hatinya adem. “Ada petani juga kok di atas, tadi kami ketemu dan disapa,” ujar Fanti sembari tangannya memegang erat sepucuk tongkat.
Baca Juga: Sembilan Dusun Unjuk Gigi pada Gelar Budaya Wanurejo, Borobudur
Lautan ombak dan nelayan tradisional bukan satu-satunya yang terus diingat Fanti. Hiker ini juga merasa nyaman dengan jalur yang dilalui.
Jalan setapak di atas tebing, dari Pantai Siung menuju Bukit Pengilon tak semuanya menanjak. Dalam kesaksian perjalanan Fanti, ada juga jalur landai yang cukup panjang.
Meskipun sempat ngos-ngosan di jalur nanjak, masih ada kesempatan menghela nafas panjang di setapak landai. “Cocok untuk melatih fisik sambil refreshing,” tutur Fanti.
Baca Juga: Perkuat Jaringan Akademik Internasional, FBSB UNY Gaet Pakar AI dan Pedagogi Digital
Sebelum Fanti dan Anisa temannya sampai di Bukit Pengilon, mereka berdua sempat dikejutkan adanya air terjun Banyu Tibo.
Mereka tak pernah menyangka ada air terjun berada persis di pinggir pantai. Tak mau kehilangan momen, Fanti dan Anisa bergantian berfoto di Banyu Tibo. “Air terjunnya bagus,” ujar Anisa.
Melanjutkan perjalanan, dari Banyu Tibo mereka berdua membutuhkan waktu sekitar 20 menitan untuk sampai di Bukit Pengilon.
Di sinilah titik akhir perjalanan dua hiker perempuan asal Bantul itu. Akhirnya, setelah berjalan kaki satu jam lamanya mereka mendapatkan balasan yang setimpal.
Sebab, dari atas Bukit Pengilon, mereka terus memandangi lebah yang diselimuti sabana hijau.
Hanya butuh sedikit menolehkan pandangan mata, sekali lagi, mereka disuguhkan luas lautan yang biru jauh membentang.
Seperti biasa, setiap momen perjalanan harus terabadikan. Pun tak lupa untuk memotret semua yang memikat pandangan matanya.
Sebenarnya, Fanti bisa saja pulang menggunakan kendaraan. Namun, dua hiker ini memilih perjalanan pulang ke Pantai Siung dengan berjalan kaki di atas tebing.
Melewati rute yang sama persis, selama perjalanan pulang pun mereka ditemani sapi, petani, ladang, dan lautan biru membentang. (cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita