RADAR JOGJA - Hutan Mangrove di Kulon Progo, yang awalnya berfungsi sebagai penghalang abrasi, kini telah berkembang menjadi destinasi wisata yang menarik.
Selain menawarkan keindahan alam, hutan ini juga menjadi lokasi wisata edukasi, dengan status sebagai kawasan konservasi tanaman bakau pertama di Yogyakarta.
Terdapat tiga kawasan wisata utama di Hutan Mangrove Kulon Progo, yaitu Wisata Mangrove Pasir Medhit di bagian barat, Wisata Mangrove Jembatan Api di tengah, dan Wisata Mangrove Pantai Kadilangu di bagian timur.
Setiap kawasan menawarkan berbagai spot foto menarik seperti ayunan, jembatan api-api, dan gazebo, yang siap memanjakan para pengunjung.
Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan beragam satwa yang hidup di kawasan ini, termasuk berbagai jenis burung, kepiting, ikan, dan biota laut lainnya.
Setelah menjelajahi hutan, pengunjung juga dapat menikmati berbagai olahan seafood yang tersedia di tempat ini.
Hutan Mangrove di Kulon Progo tidak hanya penting untuk mencegah abrasi, tetapi juga memiliki banyak manfaat lain, seperti:
1. Berfungsi sebagai pembatas antara laut dan daratan.
2. Melindungi air laut dari pencemaran tanah, sehingga membantu memadatkan tanah di sekitarnya.
3. Menjadi habitat yang nyaman bagi berbagai makhluk hidup.
4. Menjaga ekosistem perairan antara laut, pantai, dan darat.
5. Menyerap kotoran dari sampah, membantu menjernihkan air laut.
Hutan Mangrove ini buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, dengan biaya masuk antara Rp 3.000 hingga Rp 5.000.
Lokasinya berada di Pasir Mendit, Jangkaran, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Editor : Winda Atika Ira Puspita