Dengan penyerahan tersebut, becak kayuh bertenaga alternatif itu sudah bisa dioperasikan melayani wisatawan pada momen libur Lebaran.
Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, penggunaan teknologi alternatif listrik pada becak kayuh menjadi langkah yang strategis.
Langkah ini tidak hanya menjaga eksistensi kendaraan tradisional, melainkan juga menunjukkan komitmen bersama terhadap pembangunan berkelanjutan dan dukungan terhadap program no emission zone.
"Program no emission zone yang kami canangkan adalah upaya serius dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan dari polusi udara," katanya.
Menurutnya, becak kayuh dengan penguat tenaga alternatif ini menjadi simbol transportasi DIY yang lebih ramah lingkungan, baik fisik maupun sosial, sekaligus mempertegas karakter DIY yang telah lama melekat dalam jati diri.
Diharapkan kendaraan ini dapat disalurkan dengan tepat dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Terutama kepada tiga koperasi yang menerima becak kayuh tersebut.
"Kami berharap, langkah kecil ini dapat menjadi bagian dari solusi besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kebudayaan kita," tambahnya.
Editor : Bahana.