Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berburu Foto Kereta Api di Kelok S Mertan Sukoreno, Sentolo, Kulonprogo

Anom Bagaskoro • Minggu, 28 Januari 2024 | 17:20 WIB
Kereta api melintas di Sentolo
Kereta api melintas di Sentolo

 

RADAR JOGJA - Melihat kereta api, mungkin hal yang wajar bagi semua orang. Namun, melihat kereta api yang melintas berkelok-kelok, ditengah hamparan sawah nan hijau adalah keistimewaan tersendiri. Terlebih pemandangan langit fajar dan senja menambah kekhasan destinasi ini.

Spot ini dinamai Kelok Mertan View, yang berlokasi di Padukuhan Mertan, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo. Dinamai Kelok Mertan karena adanya lintasan kereta api yang berkelok-kelok. Terdapat empat kelokan yang mampu dilihat oleh pengunjung.

Tak hanya lintasan kereta yang menarik, namun juga lokasinya yang cukup tinggi dibanding perlintasan membuat pengunjung dapat melihat kereta dari kejauhan. Di spot ini kereta api nampak seperti ular yang merayap dari kejauhan.

"Sebelah timur bisa melihat sunrise, jika cuaca bersahabat pengunjung bahkan bisa melihat Gunung Merapi sambil melihat kereta," ungkap Satria Jatu, salah satu pionir yang meramaikan spot ini, ketika ditemui Radar Jogja di lokasi, rabu, (24/1).

Satria mengungkapkan, tak hanya disuguhi view kereta api, pengunjung juga bisa melihat sunrise dan Gunung Merapi dalam waktu bersamaan. Ditambah lokasinya yang ada ditengah persawahan, membuat kesan desa sangat kental. Terkadang pengunjung juga bisa melihat semburan warna coklat di langit ketika matahari terbenam.

Bagi sebagian pengunjung, terowongan jalan yang ada dibawah perlintasan kereta juga menjadi tempat favorit. Terutama bagi fotografer sedang memburu kereta yang lewat diatas terowongan.

Ketika Radar Jogja berada di lokasi, kereta api sering menyapa dengan memberikan klakson semboyan 35. Semboyan diperuntukkan ketika kereta api melewati tanda S.35 di perlintasan. Beberapa kali bahkan masinis melambaikan tangan untuk menyapa para pengunjung.

"Di spot ini memang kereta api berjalan lambat, terkadang masinis melambaikan tangan untuk menyapa," ucap Satria.

Terkadang beberapa masinis meminta fotografer untuk memotretnya dan diunggah di akun instagram @kelokmertanview. Masinis menggunakan fitur direct massage di instagram untuk meminta fotografer memotretnya.

Satria mengungkapkan awal Kelok Mertan menjadi tempat destinasi. Awalnya Kelok Mertan mengikuti kegiatan Pacak Sepuran yang diprakarsai Dinas Pariwisata Kulon Progo. Kemudian, karena kegiatan selesai Satria mulai membuat akun instagram @kelokmertanview yang berisi hasil jepretan kereta api, dari sahabat dan dirinya sendiri.

"Beberapa kawan saya juga mulai menggunakan drone untuk memotret kereta api dari atas, dan itu salah satu pemantik viralnya tempat ini," ucap Satria.

Selain karena akun media sosial, terdapat juga para streamer railfans yang sering datang berkunjung untuk melakukan siaran langsung. Yang membuat Kelok Mertan kian mendunia. Salah satu streamer yang ada di lokasi, juga membenarkan hal ini.

Rizal salah satu railfans dan streamer, mengukapkan bahwa siaran langsungnya bisa ditonton sampai 3.000 orang perhari. Ia sudah menekuni kegiatan siaran langsung di Kelok Mertan selama satu tahun. "Kelok S nya yang membuat menarik," ucap Rizal.

Ia menambahkan, Kelok Mertan berbeda dari spot foto kereta api lainnya. Kelok Mertan identik dengan perlintasan berkelok, suasana desa persawahan, dan pemandangan yang menawan. Kelok Mertan tak hanya ramai dikunjungi para fotografer ataupun penggemar kereta. Beberapa turis mancanegara juga pernah bertandang disini.

Seperti Irena, wisatawan asal Republik Ceko. Ia bertandang ke Kelok Mertan bersama 3 sahabatnya. Tak hanya itu, ia bahkan sempat membeli video drone hasil jepretan fotografer. "Sangat menarik, bagi kami ini hal yang tidak umum di negara kami," ucap Irena.

Dalam pengembangan Kelok Mertan, akan dijadikan objek wisata bagi penikmat pemandangan dan kereta api. Saat ini memang tidak dikenakan tarif untuk biaya masuk. Pengunjung bebas memasuki area, dan bisa menikmati makan dan minum yang disediakan di area tersebut.

Dukuh Mertan, Eko Susanto mengungkapkan akan adanya pengembangan pada spot Kelok Mertan. Pengembangan berfokus pada fasilitas, dengan tetap mengindahkan wilayah perlintasan KAI yang diatur pada undang-undang. Pengembangan akan dilakukan swadaya oleh masyarakat sekitar.

"Warga sendiri berharap adanya Kelok Mertan, mampu memperkenalkan daerahnya," ucap Eko.

Dalam jangka panjang, warga berharap adanya Kelok Mertan juga akan mengangkat perekonomiannya. Warga bisa membuat warung disekitar Kelok Mertan bila pengunjung semakin banyak. (cr7/pra)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Gunung Merapi #Kereta Api #sentolo