Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Komunitas Sahabat Pohon, Penggerak Anak Muda agar Kritis terhadap Isu Lingkungan

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 29 Juni 2025 | 16:00 WIB

 

 

PEDULI LINGKUNGAN: Anggota Komunitas Sahabat Pohon saat melakukan penanaman pohon
PEDULI LINGKUNGAN: Anggota Komunitas Sahabat Pohon saat melakukan penanaman pohon

JOGJA - Keberadaan Komunitas Sahabat Pohon menjadi penggerak anak muda yang masih duduk di bangku SMP-SMA untuk peduli terhadap lingkungan. Terlebih dengan adanya program merawat alam.

Koordinator Sahabat Pohon Clara Ruel Eugene menyebut, kominitas ini baru terbentuk tahun lalu. Berkat kolaborasi dari Komunitas Gusdurian Peduli Jogja. Mereka mempunyai keresahan yang sama terhadap isu lingkungan. Khususnya penebangan pohon yang semakin marak.

"Kami buat acara pendirian komunitas di Gunung Lamongan, Lumajang dengan simbolis melakukan penanaman pohon di gunung itu," tuturnya.

Baca Juga: Jarang Dibahas, Ini Panduan Berkendara Berboncengan dengan Anak dari Astra Motor Yogyakarta!!!

Meskipun basecamp komunitas ini ada di Gusdurian Peduli Jogja, Demangan, puluhan anggotanya tersebar di luar Jogja. "Ada dari Lumajang, Kediri dan lainnya," bebernya.

Program pertama yang dibuat komunitas ini adalah Valentree. Nama tersebut diambil karena bertepatan dengan hari valentine. Tujuannya untuk menarik perhatian anak muda. "Jadi agendannya penanaman pohon di Kebon Tamantirto, Kasihan, Bantul untuk menanam pohon beringin dan pohon buah," katanya.

Baca Juga: Ditunjuk Pep Guardiola Sebagai Kapten Manchester City, Bernardo Silva: Ini Salah Satu Kehormatan Terbesar Dalam Karir Saya

Komunitas Peduli Pohon juga sempat berkolaborasi dengan pemuda asal India yang menyuarakan terkait kesuburan tanah. Mereka mengadakan diskusi terkait kesuburan tanah dan eksistensi pohon di Jogja. "Kami aktif juga menyuarakan agar anak muda peduli terhadap pohon di beberapa saluran radio," katanya.

Komunitas ini, lanjutnya, juga membuat film pendek yang bercerita tentang permasalahan alam. Harapannya, bisa digunakan sebagai media berkampanye di media sosial. Untuk lebih banyak menggaet anak sekolah khususnya SMP-SMA. "Kesadaran peduli lingkungan dan pohon agar bisa tertanam sejak dini," ucap Alumni Sanggar Anak Alam yang tahun ini lulus jenjang SMP itu.

Baca Juga: Xabi Alonso: Kami Berdoa Semoga Kylian Mbappe Segera Fit Karena Kami Membutuhkannya untuk Pertandingan Lawan Juventus

Selama ini, biaya yang digunakan dalam menjalankan program dilakukan secara mandiri atau swadaya. Setiap anggota patungan untuk pengadaan kebutuhan-kebutuhan pendukung program.

"Tapi kami juga kadang mengakses bibit pohon dari dinas lingkungan hidup bila ada kuotanya," ungkapnya.

Kini, kondisi polusi udara di DIy masih relatif aman. Namun dia tidak menampik adanya potensi rusaknya polusi udara di Jogja pada masa yang akan datang. "Belajar dari Jakarta yang minim pohon, Jogja bisa jadi duplikatnya Jakarta kalau kita tidak segera bertindak," pesannya.

Baca Juga: Ditunjuk Pep Guardiola Sebagai Kapten Manchester City, Bernardo Silva: Ini Salah Satu Kehormatan Terbesar Dalam Karir Saya

Dia tidak menginginkan Jogja menjadi seperti Jakarta yang panas dan mempunyai tingkat polusi yang tinggi. Maka dari itu, mereka akan menggarap sebuah film pendek untuk edukasi lingkungan. Komunitas ini juga akan mengadakan advokasi ke sekolah-sekolah juga dalam rangka edukasi. "Mudah-mudahan bisa dimulai Agustus tahun ini," tuturnya. (oso/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Komunitas Sahabat Pohon #anak muda #Merawat alam #penanaman pohon #isu lingkungan #SMP #lingkungan #SMA #menanam pohon