RADAR JOGJA - Kabupaten Purworejo menyimpan banyak sejarah yang perlu diketahui masyarakat luas. Beragam dokumentasi foto meliputi bangunan dan kegiatan masyarakat, serta benda pun turut diabadikan oleh Komunitas Poerworedjo Djaman Doeloe dalam grup Facebook.
Komunitas ini mengajak anggota grup untuk ikut berpartisipasi. Saling membagikan segala hal tentang Purworejo zaman dulu. "Sejarah Purworejo itu jarang yang mau ngopeni, hanya segelintir saja," kata Agung Pranoto, 51, pencetus Komunitas Poerworedjo Djaman Doeloe Jumat (3/1/2025).
Agung dibantu tiga temannya untuk membuat komunitas dan wadah diskusi dalam grup Facebook. Tujuannya, agar lebih banyak masyarakat yang tertarik untuk bergabung.
Dia ingin mengedukasi masyarakat bahwa sejarah itu tidak harus rumit. Sebab selama ini, sejarah biasa dituangkan dalam bentuk text book. "Pengalaman atau aktivitas anak zaman dulu seperti berangkat sekolah dengan cara nggandul di angkot itu juga termasuk sejarah. Sekarang itu sudah tidak ada lagi," bebernya.
Disebutkan, masih banyak hal lain yang tidak ada di buku sejarah. Seperti petromak, nginang, foto Purworejo tempo dulu, dan lain sebagainya. Dari situ, Agung ingin menyimpan dan membuat 25 ribu anggota yang tergabung dalam grup ikut mengetahuinya lewat diskusi.
"Saya ingin mengajak orang lain untuk mencintai Purworejo melalui sejarah," ujar pria yang kini menjabat sebagai Kabid Pemasaran Pariwisata, Sumber Daya Pariwisata, dan Ekraf, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Purworejo itu.
Agung mengatakan, selama ini, komunitas tersebut belum pernah melakukan kopi darat. Mengingat, banyaknya pengikut sehingga fokus sharing di grup. Namun, sesama pencetus (Agung dan tiga orang lainnya) sering bertemu untuk berdiskusi langsung.
Dikatakan, banyak usulan dari anggota atau pengikut di grupnya untuk mengadakan pertemuan. Namun, dia tidak ingin terjebak menjadi sebuah komunitas yang terikat. "Saya pinginnya tidak saklek, artinya melalui grup itu sisi edukasi tetap kita munculkan tapi sisi fun-nya juga dapat," sebutnya.
Agung berharap, banyak orang yang mau merawat memori Purworejo tempo dulu lewat komunitas grupnya. Selain itu, banyak yang terbantu khususnya yang ingin bernostalgia atau mengetahui Purworejo zaman dulu. "Sekarang grup itu saya filter, kalau ada yang ingin posting tapi tidak relevan tidak saya setujui," tandasnya. (han/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita