RADAR JOGJA - Komunitas Gunungkidul Menginspirasi ikut berperan aktif dalam memajukan dunia pendidikan di Bumi Handayani. Berdiri sejak 2012, komunitas ini bergerak di bidang sosio-pendidikan dan pengembangan kapasitas orang muda.
Adanya Komunitas Gunungkidul Menginspirasi berawal dari keresahan pelajar di perdesaan yang terbatas dalam mengakses pendidikan. Hal ini langsung dialami oleh Joko Susilo, selaku founder Komunitas Gunungkidul Menginspirasi Joko Susilo. "Saat masih saya masih duduk di bangku SD bahkan hingga SMA,” kenangnya Jumat (10/5).
Di masa itu, lanjutnya, ujian nasional menjadi tantangan tersendiri bagi pelajar. “Perilaku yang tidak terintegritas dilakukan demi meraih kelulusan, dan saya sangat membenci hal tersebut," sebut Joko.
Sulitnya untuk meraih kelulusan di bangku sekolah, membuat bimbingan belajar (bimbel) semakin menjamur. Namun harga yang ditawarkan cukup mahal. Hal ini pun tidak bisa dijangkau oleh pelajar dari kelas ekonomi bawah.
Selain itu, para pelajar juga mengalami kesulitan dalam akomodiasi dan transportasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Terkhusus pelajar dari Gunungkidul yang akan melanjutkan studi ke luar daerah.
"Karena kesulitan akan tempat tinggal sehingga banyak pelajar-pelajar yang memilih menginap di masjid ketika sedang menjalani ujian masuk perguruan tinggi," jelasnya.
Hal itulah yang membuat Joko dan alumni pelajar-pelajar dari Bumi Handayani tergerak untuk membuat Komunitas Gunungkidul Menginspirasi. Menyasar siswa jenjang SD hingga SMA, program yang ditawarkan berupa peer-mentoring, Buku untuk Gunungkidul, Berbagi Kos, Relawan Mengajar, StudenTalk, dan EduExpo. “Rutin terlaksana setiap tahunnya," ucapnya.
Khusus untuk program Buku untuk Gunungkidul, tidak hanya kegiatan donasi buku dan kelas inspirasi. Namun juga dibarengi dengan merintis pojok baca di daerah perdesaan. Targetnya, setiap tahun ada tiga pojok baca baru. Kegiatan ini turut menggandeng komunitas lookal. "Sekarang ada 32 lokasi pojok baca. Menyalurkan buku-buku ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi pelajar," jelasnya.
Sedangkan program Berbagi Kos, kata Joko, menampung calon-calon mahasiswa yang hendak mengikuti ujian perguruan tinggi di luar daerah. "Akomodasi dan transportasi, pendampingan semuanya kami fasilitasi secara gratis," ungkapnya.
Dari program-program yang telah terlaksana, komunitas ini telah mewadahi puluhan ribu pelajar dan orang muda untuk mengakses pendidikan dan ilmu pengetahuan. Komunitas Gunungkidul Menginspirasi memiliki dua kategori keanggotaan, yakni pengurus dan relawan. Hingga saat ini jumlah anggota pengurus komunitas mencapai 500 orang. (ndi/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita