RADAR JOGJA - Berkemah bisa menjadi salah satu solusi melepas penat sejenak dari sibuknya pekerjaan. Ada banyak tempat camping yang bisa dikunjungi. Salah satunya berada di Bantul, yakni Potrobayan River Camp.
Destinasi yang berada di Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong, Bantul ini menawarkan sensasi berkemah di pinggiran Sungai Opak yang kental dengan nuansa alamnya. Pengunjung bisa menikmati tenangnya aliran Sungai Opak.
Potrobayan River Camp merupakan salah satu tempat camping di Jogja yang memiliki latar belakang unik. Sebab, lokasi ini berada di pusat gempa Jogja pada tahun 2006.
Pusat gempa yang terjadi pada 27 Mei 2006 silam berada di Sungai Opak, tepatnya di Padukuhan Potrobayan, Kalurahan Srihardono, Pundong. Setelah hampir 18 tahun berlalu, siapa sangka episentrum gempa tersebut kini menghadirkan pemandangan elok bagi wisatawan.
Lokasi Potrobayan River Camp berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat Kota Jogja. Letaknya yang jauh dari perkotaan membuat pengunjung terus berdatangan karena suasananya yang masih alami.
Selain menawarkan lokasi berkemah, di tempat ini para pengunjung juga bisa mendapatkan pemandangan sunrise. Namun biasanya, nuansa sunrise terbaik muncul pada pertengahan Mei hingga akhir Juni.
Tak hanya untuk berkemah saja, Potrobayan River Camp juga terbuka untuk pengunjung yang hanya sekadar mampir menikmati keindahan alam tanpa harus menginap.
Destinasi memanfaatkan keindahan sungai sebagai daya tarik wisata utama. Sebab sungainya memiliki arus yang tenang dan tidak terlalu deras. Di lokasi ini pula terhampar rerumputan untuk lahan camping dan bisa digunakan untuk sekadar menikmati pemandangan saja. Jika tidak ingin camping, waktu terbaik untuk mengunjungi tempat ini adalah saat pagi atau sore hari.
Salah satu pengelola Potrobayan River Camp Fergiawan Marta Putra mengatakan, sejak pertama kali beroperasi pada 2021, destinasi ini sengaja mengusung tema alam. Sehingga lokasinya benar-benar alami. “Tidak ada tambahan hiasan atau pernak-pernik. Sehingga konsepnya alami,” ujarnya, Jumat (15/3).
Untuk fasilitas, pengelola Potrobayan River Camp sudah menyediakan kamar mandi, mushola, warung, dan listrik. Serta penyewaan alat-alat camping. Seperti tenda, matras, peralatan masak, dan sebagainya.
Untuk biaya sewanya, satu tenda kapasitas dua orang dibanderol Rp 30 ribu. Sedangkan tenda kapasitas empat hingga lima orang dibanderol Rp 50 ribu. Sementara tenda kapasitas enam orang Rp 60 ribu. “Untuk jasa pasang tenda Rp 20 ribu per tenda,” jelas Fergiawan.
Pengunjung yang ingin berkemah juga bisa mendirikan tenda milik pribadi. Untuk bisa camping di Potrobayan River Camp, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu per orang serta biaya parkir Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil.
Saat berkemah, pengunjung wajib menjaga kelestarian alam. Salah satunya dengan mematuhi peraturan yang dibuat pengelola. Meski biasanya berkemah identik dengan api unggun, namun hal itu dilarang di Potrobayan River Camp.
“Api unggun dilarang untuk menjaga lokasi. Karena yang bikin cantik di sini itu rumput. Kalau rumputnya kebakar karena api unggun, jadinya kurang bagus,” kata Fergiawan.
Untuk larangan berenang, ia mengatakan, ada beberapa lubang bekas galian di sungai yang cukup berbahaya bagi pengunjung. Maka dari itu, pengunjung dilarang berenang.
Fergiawan mengungkapkan, destinasi ini buka mulai pukul 08.00 hingga 18.00. Namun jika ingin berkemah, maka wisatawan bisa mengunjungi Potrobayan River Camp pukul 14.00 dan bisa meninggalkan tempat pada esok harinya pukul 11.00.
“Selain buat kemah, di sini juga sering untuk lokasi foto prewedding. Karena didukung sama pemandangan sungai dan lahan yang banyak rumput,” tuturnya. (tyo/pra)
Editor : Satria Pradika