RADAR JOGJA - Permainan fingerboard di Jogjakarta berkembang cukup pesat. Bahkan sudah lama da komunitasnya. Melalui Komunitas Yogyakarta Fingerboard, para pehobi skateboard mini ini bisa saling adu ketangkasan jari dalam memainkan trik-trik.
Anggota Komunitas Yogyakarta Fingerboard M Dhani Saputra mengatakan, komunitasnya sudah eksis sejak tahun 2009 lalu. Kala itu merupakan era munculnya banyak brand-brand produsen lokal dan kompetisi fingerboard. Seperti dari Jogja, Solo, dan Surabaya.
Dia menyebut, terbentuknya komunitas itu karena adanya minat yang sama antarpehobi. Kemudian di samping itu, juga karena seringnya mereka bertemu ketika ada kompetisi fingerboard di berbagai kota.
"Yang mendasari ya karena kita semua pada waktu itu suka dengan papan jari ini, sesama penggiat hobi kita sering kumpul tiap weekend dan menjadi keluarga Fingerboard Yogyakarta hingga sekarang," ujar Dhani Jumat (13/10).
Dhani mengungkapkan, komunitasnya rutin dalam menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya meet up dengan agenda saling mengulik trik fingerboard dan berbicara tentang kompetisi permainan tersebut. Adapun anggota komunitas tersebut kini telah menyentuh sekitar 40 orang.
Menurut Dhani, bermain fingerboard memang memiliki keasyikan tersendiri. Karena ada sensasi ketika dapat melakukan trik-trik tertentu. Lalu juga ada perasaan bangga apabila dapat menang dalam sebuah kompetisi.
Untuk melatih mental berkompetisi, Komunitas Yogyakarta Fingerboard juga rutin melakukan Game of Skate (GOS). Yakni sebuah kegiatan yang isinya saling adu kemampuan antar pemain fingerboard dalam melakukan trik. Bisa dikatakan menang dalam GOS apabila pemainnya dapat menaklukkan seluruh trik yang dipertandingkan.
Di samping bisa mendapatkan keseruan ketika bermain fingerboard, Dhani menyatakan, bahwa permainan skateboard mini itu juga bisa mendapatkan teman dari mana saja. Karena komunitas fingerboard juga eksis di berbagai daerah.
"Dari benda kecil yang hanya seukuran jari ini, bisa membuat kita mendapatkan teman baru dari berbagai kota," tandasnya. (inu/eno)
Editor : Satria Pradika