RADAR JOGJA - Berkemah atau camping menjadi salah satu kegiatan yang dapat dilakukan pada saat liburan. 'Bermukim' di alam terbuka pengunjung dapat melaksanakan berbagai kegiatan. Apa lagi spot camping itu ada di puncak tertinggi Kabupaten Gunungkidul.
Bukan rahasia lagi, wilayah ujung timur DIJ ini memiliki beragam destinasi wisata. Mulai dari pantai, goa, hingga wisata minat khusus camping area. Satu-satunya tempat camping di puncak tertinggi kabupaten berjuluk Handayani adalah Embung Batara Sriten.
Lokasinya ada di Perbukitan Baturagung Utara, tepatnya Padukuhan Sriten, Kalurahan Pilangrejo, Kapanewon Nglipar. Berjarak sekitar 46,5 kilometer dari Kota Jogja, perjalanannya dapat ditempuh sekitar 1,2 jam.
Berada pada ketinggian sekitar 859 Mdpl, begitu sampai lokasi pengunjung langsung disuguhi Embung Batara Sriten. Berupa cekungan yang didesain untuk mengatur dan menampung suplai air hujan.
Berada di puncak Gunungkidul, pengunjung disajikan pemandangan dari atas bukit yang sangat menakjubkan. Untuk masuk ke area wisata minat khusus tersebut dikenakan tarif Rp 5 ribu per orang.
"Bagi pengunjung kami imbau agar hati-hati dalam perjalanan. Pastikan saat berangkat, kendaraan dalam kondisi prima," kata seorang pengelola Bilal.
Sedikit bercerita, kata dia, kelompok pengelola Embung Batara Sriten terbentuk dari program Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni Program Pelestarian Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PPLKSDA-BM).
Dari program ini kemudian dibentuk kelompok tani yang mengelola kebun buah. Nama Batara adalah akronim dari nama Batur Agung dan Rahayu. Nama Batur Agung diambil dari sebuah bukit samping embung, dan nama Rahayu adalah sebuah kata yang berarti 'harapan untuk selalu lestari'. "Sementara Sriten merupakan nama padukuhan," ucapnya.
Dalam perkembangannya, potensi yang ada digarap oleh masyarakat untuk dijadikan destinasi wisata, salah satunya camping area. Bukit Batara Sriten menawarkan keindahan panorama alam dari ketinggian, sehingga cocok untuk lokasi camping. "Saya heran meski berada di ketinggian tapi cuaca tidak panas menyengat," kata seorang pengunjung Rafadeka.
Editor : Satria Pradika