RADAR JOGJA - Tradisi rantangan atau memberikan makanan menggunakan rantang, kian menghilang. Namun, wadah rantang era 1990-an itu masih banyak dijual di era sekarang. Meski peruntukannya sekadar untuk bernostalgia.
Seperti di Toko Remujung Kota Jogja, masih terlihat banyak berjejeran rantang zaman dulu didisplay. Ada puluhan yang terlihat, semua jenis rantang berwarna putih bergambar macam-macam. Hanya ada gambar bunga-bunga dan buah-buahan.
Seorang karyawan Dira Ariyanti,19, mengatakan, kebanyakan rantang zaman dulu yang didisplay berbahan enamel. Mulai dari dua hingga empat susun. "Iya rantang bahan enamel. Ini dalamnya enamel full, jadi berwarna putih luar dan dalam," katanya saat ditemui di Toko Remujung, Jumat (8/9).
Dira menjelaskan, rantang enamel yang ada itu mulai dari diameter 16 cm hingga 20 cm. Mulai dari harga Rp 80 ribu hingga Rp 150 ribu. "Kalau ini perawatannya harus lebih maksinal. Sekali jatuh bisa pecah. Dan nggak tahan panas," ujarnya.
Rantang jadul ini masih banyak peminatnya, kebanyakan kalangan muda. Pengakuan mereka, masih mencari rantang jadul untuk pemotretan produk makanan yang ingin menghadirkan suasana jadul. "Yang banyak diminati ukuran besar isi dua susun," jelasnya.
Selain itu, di toko ini juga menjual rantang berbahan stainless. Di mana ini model terbaru di era sekarang. "Sekarang juga ada rantang stainless, dalamnya full stainless. Kalau ini tahan panas. Tapi orang banyak mencari yang rantang enamel," tambahnya. (wia/laz)