Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cincin dari Uang Logam, Bikin Banyak, Merasa Jadi “Sultan”

Editor Content • Minggu, 26 Juni 2022 | 13:49 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Dari dulu sampai sekarang, uang koin jadul memang sering membuat heboh masyarakat. Uang koin Rp 500 gambar bunga melati diisukan mengandung emas. Era tahun 90-an, warga ramai-ramai membuat cincin menggunakan bahan koin tersebut. Berharap bisa dijual mahal, ujung-ujungnya bingung mau dijual ke mana.

Seorang warga Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul Sigit mengatakan, waktu itu isu uang logam mengandung emas juga marak di kampungnya. Kabar burung dari mulut ke mulut mengenai batu mulia yang melekat pada uang logam Rp 500 gambar bunga melati, menyebar dengan cepat.

Informasi lanjutan, uang receh itu laku mahal jika dibuat cincin. “Warna uang koin Rp 500 gambar melati memang seperti emas. Dulu memang banyak yang cari karena untuk dibuat cincin itu,” kata Sigit saat dihubungi Radar Jogja (24/6).

Tapi tidak semua orang memiliki kemampuan menyulap uang koin menjadi cincin. Dia mengaku salah satu orang yang memiliki keahlian di bidang itu. Mantan pembuat cincin dari bahan uang koin. Bahkan, tetangga kanan kiri minta tolong untuk dibuatkan. “Saya juga heran setelah jadi bentuk dan rupa cincin memang mengkilat seperti emas,” ujarnya.

Sigit mengaku, kemampuan membuat cincin hanya modal coba-coba dan ternyata berhasil. Berbeda dengan tetangganya yang menyerah karena gagal cincin tak berbentuk. Alat yang digunakan sebenarnya sederhana. Cukup dengan gergaji besi ukuran kecil, pahat, dan desain awal dari kertas. “Tidak bisa selesai sehari dua hari untuk mendapatkan hasil sempurna,” ucapnya.

Demikian pula setelah cincin jadi, target selanjutnya adalah mencari pembeli. Namun pada zaman dulu media promosi belum secanggih sekarang. Alhasil, karya cincin dari bahan uang koin menyerupai emas itu hanya digunakan sendiri. “Kalau saya pakai di jari tangan dan jari kaki,” ungkapnya.

Sementara itu, warga lainnya Yosep mengaku pernah ikut-ikutan memakai cincin dari bahan uang koin Rp 500 bergambar bunga melati. Warga Kapanewon Playen ini berbagi pengalaman betapa sulitnya membuat cincin. “Malah ajur...hancur. Baru mau membuat lingkaran, tapi patah,” katanya.
Tak mau ketinggalan tren, pihaknya terpaksa minta tolong tetangga untuk dibuatkan. Sejurus kemudian, cincin atau ali-ali pesanannya sudah jadi mengkilap siap pakai. “Benar-benar seperti cincin emas,” ujarnya.

Apakah cincin itu bisa laku dengan harga tinggi? Menurutnya realitanya masih menjadi isu bahkan sampai saat ini. Di luaran memang ramai terdengar cincin uang koin warna emas diburu para kolektor. Tidak tanggung-tanggung, kolektor berani membeli dengan harga fantastis. “Tapi ya itu tadi, waktu itu kami bingung mau jual ke mana,” ucapnya. (gun/laz) Editor : Editor Content
#Uang Logam