Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Misteri Asu Baung dan Asu Panting: Werewolf Versi Indonesia yang Menyeramkan

Tastabila Maika Warditya • Sabtu, 21 September 2024 | 13:05 WIB

Ilustrasi Asu Baung dan Asu Panting.
Ilustrasi Asu Baung dan Asu Panting.


RADAR JOGJA - Meskipun kisah Werewolf lebih dikenal sebagai mitos dari luar negeri, ternyata Indonesia juga memiliki legenda makhluk serupa dalam cerita rakyatnya.

Sosok serigala yang menyeramkan ini hidup dalam dua cerita menakutkan yang berasal dari dua wilayah berbeda: Asu Baung di Jawa dan Asu Panting di Sulawesi.

Kedua makhluk ini dikenal memiliki ciri khas menyeramkan yang membuat bulu kuduk merinding.

Asu Baung adalah salah satu makhluk gaib yang diceritakan turun-temurun di Jawa, hantu ini digambarkan memiliki tubuh manusia namun dengan kepala serigala atau anjing.

Nama "Asu" sendiri berarti anjing dalam bahasa Jawa, sementara "Baung" mengacu pada suara mengerikan yang keluar dari makhluk ini dan sering kali memecah keheningan malam di desa-desa, menciptakan suasana mencekam.

Warga yang pernah mengalaminya mengatakan, segala upaya untuk menangkap Asu Baung, seperti berjaga malam atau memasang jebakan yang sialnya selalu gagal.

Lebih menakutkan lagi, konon siapa pun yang tak sengaja menatap mata Asu Baung akan terkena penyakit mematikan.

Penampilan Asu Baung yang dipenuhi bulu lebat serigala, dengan cakar-cakar tajam di tangannya, menambah kesan seram dari makhluk ini.

Cakar tersebut digunakannya untuk merobek tubuh korbannya dan meminum darah mereka.

Kisah ini semakin menakutkan dengan mitos bahwa Asu Baung tidak pernah bisa ditangkap dan tetap menjadi misteri yang menghantui desa-desa di Jawa hingga kini.

Sedangkan di wilayah Sulawesi, kisah serupa muncul dengan nama Asu Panting.

Makhluk ini disebut sebagai serigala versi Bugis yang digambarkan memiliki kemampuan berlari dengan sangat cepat. Bentuk tubuhnya unik, dengan dua kaki depan yang lebih pendek dari kaki belakang, mirip seperti kangguru.

Jika orang Bugis melihat kangguru, mereka mungkin akan mengira itu adalah Asu Panting.

Keberadaan Asu Panting selalu disertai lolongan khas yang terdengar di malam hari, namun sangat jarang ada yang benar-benar melihatnya secara langsung.

Makhluk ini dikisahkan memiliki bulu yang sangat halus dan tak terlihat oleh mata telanjang.

Jika seseorang tanpa sengaja menginjak bulu Asu Panting, kaki mereka akan bengkak dan sulit disembuhkan.

Mitos ini sering digunakan oleh warga kampung untuk menjelaskan kondisi kaki warga yang sedang bengkak, namun tak jarang jika kaki bengkak ini biasanya penderita diabetes.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#versi indonesia #Menyeramkan #misteri #serigala #Asu Baung di Jawa #werewolf #Asu Panting di Sulawesi