RADAR JOGJA - Nama Empire XXI yang berdiri megah di Jalan Urip Sumoharjo, Yogyakarta, hari ini mungkin identik dengan layar lebar modern, kursi empuk, dan suasana mewah.
Namun, tidak banyak yang tahu bahwa di balik kemegahan gedung tersebut, tersimpan sebuah kisah kelam yang bermula dari tragedi kebakaran hebat pada tahun 1999 silam.
Awal Sejarah Bioskop di Jantung Kota
Sebelum bernama Empire XXI seperti sekarang, kawasan itu dikenal sebagai salah satu pusat hiburan paling ramai di Yogyakarta.
Pada tahun 1980-an hingga 1990-an, gedung tersebut berfungsi ganda: di lantai bawah terdapat pusat perbelanjaan Hero Supermarket, sementara lantai atas difungsikan sebagai bioskop modern pada masanya.
Bioskop ini menjadi favorit masyarakat Yogyakarta, terutama anak muda dan keluarga yang ingin menikmati film layar lebar dengan suasana berbeda.
Letaknya yang strategis di tengah kota membuatnya selalu ramai dikunjungi.
Namun, popularitas itu terhenti secara tragis pada malam naas di September 1999.
Bangkit dari Abu: Hadirnya Empire XXI
Pasca kebakaran, gedung tersebut lama dibiarkan terbengkalai.
Sisa puing-puing hitam bekas api menjadi pemandangan menyeramkan di salah satu ruas jalan utama kota.
Baru pada tahun 2009, lokasi tersebut dibangun kembali dengan konsep bioskop modern.
Nama Empire XXI resmi diperkenalkan, menghadirkan wajah baru yang jauh lebih mewah dan elegan dibandingkan pendahulunya.
Meski tampak megah dan modern, banyak orang percaya bahwa “jejak” tragedi lama itu masih melekat di dalamnya. Dari sinilah cerita mistis bermula.
Kisah Mistis yang Beredar
Hingga kini, Empire XXI bukan hanya dikenal sebagai bioskop modern, tetapi juga sebagai salah satu lokasi urban legend Yogyakarta.
Berbagai kisah horor kerap diceritakan, baik oleh pengunjung, pegawai, maupun warga sekitar.
Beberapa cerita yang beredar antara lain:
• Penonton Misterius
Konon, ada empat penonton yang sering terlihat duduk di kursi bioskop pada jam sepi.
Namun ketika dihitung, jumlah tiket yang terjual tidak sesuai dengan jumlah orang yang terlihat di dalam.
• Jeritan di Tengah Malam
Pedagang kaki lima di sekitar lokasi beberapa kali mengaku mendengar suara jeritan pilu dan tangisan lirih dari dalam gedung, terutama saat bioskop sudah tutup.
• Aroma Misterius
Beberapa pengunjung pernah melaporkan mencium bau daging terbakar secara tiba-tiba di dalam studio, meski tak ada sumber yang jelas.
• Sosok Pegawai Pucat
Ada kisah tentang penampakan seorang wanita yang tampak seperti pegawai kebersihan di toilet.
Wajahnya pucat, tatapannya kosong, dan setelah diperhatikan lebih lama, sosok itu menghilang begitu saja.
Kenangan yang Tak Pernah Padam
Kini, ribuan penonton datang silih berganti ke Empire XXI setiap harinya untuk menikmati film-film terbaru.
Namun bagi sebagian warga Yogyakarta, tragedi 1999 tetap menjadi catatan sejarah kelam yang tak terlupakan.
Di balik gemerlap layar lebar dan kemegahan gedung modern, kisah mistis yang beredar masih menjadi perbincangan.
Tragedi itu tidak hanya meninggalkan puing, tetapi juga menorehkan cerita horor yang seolah enggan padam bersama api. (Chintya Maharani)